Indonesia-Jepang Tingkatkan Kerja Sama Sektor IKM

INDUSTRI PENUNJANG – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang didampingi oleh Direktur Akses Pasar Industri Internasional Putu Juli Ardika juga juga meminta Jepang meningkatkan investasi di sektor industri penunjang untuk memperkuat pasokan komponen lokal bagi industri manufaktur Indonesia saat menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang,  Arifin Tasrif di Kementerian Perindustrian, Jakarta 21 Maret 2017.-tubasmedia.com/ist

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengharapkan peningkatan kerja sama Indonesia dan Jepang di sektor industri kecil dan menengah (IKM). Upaya ini tengah dilakukan dengan menggandeng Japan External Trade Organization (Jetro).

“Selain memacu investasi perusahaan besar Jepang di Indonesia, kami juga mendorong agar pelaku IKM Jepang dapat bermitra dengan pengusaha nasional,” ujar Menperin usai bertemu dengan Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Arifin Tasrif di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (21/3).

Menperin menegaskan, kerja sama tersebut sejalan dengan program prioritas Presiden Joko Widodo pada tahun 2017 dalam pemerataan pembangunan dan kesejahteraan nasional. “Selain itu dilandasi pula oleh amanat Undang-Undang Nomor 3 tahun 2014 tentang Perindustrian,” ujarnya.

Tekad ini juga untuk menjaga konsistensi peran IKM yang selama ini memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Kemenperin mencatat, IKM meningkatkan nilai tambah di dalam negeri yang cukup signifikan setiap tahun. Hal ini terlihat dari capaian pada tahun 2016 sebesar Rp520 triliun atau meningkat 18,3 persen dibandingkan pada 2015.

IKM juga berperan penting dalam penyerapan tenaga kerja di dalam negeri. Tahun 2017, penambahan tenaga kerja sektor IKM diperkirakan mencapai 400.000 orang. Sedangkan, jumlah IKM ditargetkan sebanyak 182.000 unit sehingga total akan menjadi 4,03 juta pada tahun 2017 atau meningkat 4,7 persen dari 3,85 juta tahun 2016. Selain itu, Kemenperin menargetkan penciptakan 5.000 wirausaha baru dan pengembangan 1.200 sentra IKM pada 2017 sekaligus untuk mencapai 20.000 wirausaha baru pada 2019.

Menperin berharap kepada Dubes Indonesia untuk Jepang agar terus mempromosikan kepada sejumlah investor Jepang mengenai peluang investasi industri di Indonesia, seperti sektor komponen, pengemasan, tekstil dan animasi. Sektor tersebut berkaitan dengan usaha yang dilakukan pelaku IKM.(ril/sabar)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar