Indonesia Kebanjiran Tenaga Kerja Terampil ASEAN

271014-nas2

BANDUNG, (tubasmedia.com) – Tantangan paling berat yang akan dihadapi Indonesia dalam pasar bebas ASEAN tahun depan adalah membanjirnya tenaga kerja terampil. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia ( Apindo) Jawa Barat Dedy Widjaja menilai, pasar bebas tenaga kerja tidak sebanding dengan tuntutan upah minimum kabupaten/kota (UMK) saat ini yang diajukan buruh naik sebesar 30 persen.

“Jika kenaikan UMK dipaksakan, daya saing tenaga kerja semakin merosot karena tidak diimbangi dengan kemampuan,” katanya, Minggu (26/10). Tenaga kerja dalam negeri harus bersaing dengan tenaga kerja dari negara ASEAN lainnya. Pemerintah perlu menyiapkan sistem kompetensi kerja.

Dedy menjelaskan jika kompetensi kerja ditingkatkan maka UMK tidak akan menjadi ukuran upah buruh. Pengusaha akan mempertimbangkan upah di atas UMK. Pemerintah harus meningkatkan keterampilan menjelang pasar bebas ASEAN.

Pendidikan vokasi industri berbasis kompetensi, pemagangan industri, dan sertifikasi kompetensi wajib dilakukan,” katanya. Untuk mewujudkannya, pemerintah harus mengembangkan kurikulum pendidikan yang sesuai dengan permintaan pasar internasional. Selama ini kurikulum yang diberikan cukup relevan dengan tuntutan pasar intenasional.

Wakil Ketua Kadin Jabar Bidang Ketenagakerjaan/SDM, Jasa Pendidikan, dan Pelatihan Ari Hendarmin menilai sertifikasi profesi perlu dilakukan di kalangan buruh terkait tuntutan kenaikan upah . Hal itu perlu secepatnya dilakukan agar siap menghadapi pasar bebas ASEAN. Sertifikasi memiliki keterkaitan dengan upah berdasarkan skill dan produktivitas kerja. (sis)

Berita Terkait