Indonesia Kembali Suci

maaf.jpgggggggggggggggg

Oleh: Fauzi Aziz

 

MOMENTUM 1 Syawal 1437-H akan mengantarkan bangsa ini kembali ke kesucian yang paling hakiki. Suci mampu membebaskan diri segala hal yang buruk dan menyesatkan. Dua ratus lima puluh juta jiwa penduduknya menanti terjadinya perubahan menuju keadaan yang lebih baik.

Harapan ini menjadi doa kita bersama. Perubahan adalah impian kita bersama. Apalah maknanya kembali ke fitroh, jika perubahan yang bersifat fondamental tidak segera muncul dari ufuk timur, dimana pusat kekuasaan yang dipimpin dan dikendalikan oleh manusia bersemi.

Kata agamawan, jika perubahan yang penuh makna menuju kebaikan tidak menampakkan diri, maka transformasi menuju kembali suci menjadi sia-sia belaka. Indonesia akan tetap terjebak dalam kehidupan yang becek penuh lumpur hitam akibat korupsinya makin merajalela.

Lebaran dan mudik hanya simbol pesta rakyat, tak mempunyai nilai ibadah apa- apa. Padahal tradisi mudik dan open house yang digelar para petinggi negeri ini diharapkan menjadi wadah untuk membangun suasana baru demi tercipta Indonesia yang kembali suci.

Indonesia yang bebas KKN, bebas konflik dan perseteruan politik serta konflik sosial karena sudah bermaaf-maafan penuh persaudaraan. Perubahan yang bersifat fondamental ternyata tidak mudah dilakukan. Ajakan kembali ke fitrah jika hanya dilakukan secara seremonial yang kolosal memang tidak bernakna apa-apa, kecuali hanya nampak artifisial saja. Perubahan itu memang harus dimulai dari diri sendiri. Dari rumah kita masing-masing, dari Senayan dimana wakil rakyat berkantor dan dari istana presiden dan istana wakil presiden.

Juga harus dimulai dari pribadi-pribadi di kantor lembaga negara yang lain dan lembaga penegak hukum. Kembali ke fitroh harus terjadi pada para kepala daerah dan anggota DPRD dan seluruh jajaran birokrasi pemerintah, baik di pusat maupun di daerah.

Kembali ke suci pada akhirnya menjadi tanggungjawab pribadi masing-masing. Berpacu meraih kebajikan dan kebaikan adalah langkah kita bersama untuk membawa Indonesia yang lebih baik.

Berpacu melawan keburukan juga merupakan langkah besar yang harus kita lakukan bersama agar kita selamat dunia dan akhirat. Gosip dan ocehan yang bersifat provokatif, apinya harus dimatikan agar kita bebas dari ancaman runtuhnya kebersamaan dan keberagaman. Pelangi di matamu adalah indah. Jika pelangi itu sirna dari pandangan kita, maka sirnalah pula keindahan.

Indonesia yang kita banggakan harus dipimpin oleh tokoh-tokoh yang mampu membawa posisi Indonesia kuat secara moral dan kuat pula secara spiritual, emosional dan material agar bisa saling berbagi membantu mereka yang belum beruntung dan saling memberikan pembelajaran.

Kita di Indonesia termasuk bangsa yang banyak mendapatkan kucuran berkah dari Sang Pencipta berupa bumi yang subur dan air yang berlimpah. Indonesia adalah salah satu negara yang kaya sumber daya alam.

Diberkahi sebagai negara paling besar di dunia memiliki sumber daya hayati. Karena itu, wajib diolah dan dikelola secara benar dan bertanggungjawab untuk kemaslahatan bersama. Kita sangat merindukan kedamaian dan persaudaraan. Kita mendambakan Indonesia yang bermoral, beradab dan lestari karena para pemimpinnya terbebas dari kerakusan dan kerusakan moral.

Kita akan kembali suci, manakala kita selalu memohon ampun dan bertobat kepada Tuhan tanpa pernah dibatasi oleh ruang dan waktu. Semoga Indonesia menjadi salah satu bangsa dan negara di dunia yang berhasil mengelola warisan dan titipan Tuhan kepada kita karena kita amanah dan jujur.

Kita mampu menjadi pribadi yang bersih. Mampu bertutur kata yang santun dalam membangun kebajikan dan kebaikan, sehingga negeri ini menjadi makmur yang berkeadilan. Mohon maaf lahir batin. (penulis adalah pemerhati masalah sosial ekonomi).

Berita Terkait