Indonesia Makin Seksi di Mata Investor Global

Oleh: Fauzi Azis

Ilustrasi

Ilustrasi

MOMENT ini yang harus kita jaga. Indonesia akan menjadi pusat gravitasi baru di sektor FDI dalam era ke depan dan ini sangat dibutuhkan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang makin berkualitas dalam rangka mengatasi masalah kemiskinan dan pengangguran. Di Asia Negara dengan kekuatan potensi pasar dalam negerinya yang adalah miliknya China, Indonesia dan India, karena itulah sekarang hampir sebagian investor global melirik Indonesia untuk menanamkan modalnya, khususnya di sektor FDI.

Pengelolaan kebijakan makro ekonomi yang stabil menjadi daya tarik sendiri bagi upaya peningkatan dan akselerasi investasi di sektor riil, termasuk infrastruktur. Tak salah sekjen Asean Surin Pitsuwan pada kesempatan seminar Investor Ment Keuangan Asean ke 8 di Jakarta menyatakan bahwa tidak ada yang bisa menyangkal bahwa Asia telah berkembang menjadi kekuatan ekonomi penting di tataran global.

Ekonomi Indonesia di kwartal ke tiga 2011 mampu tumbuh sebesar 6.5% dan pada tahun depan 2012 diharapkan dapat tumbuh 6.7%. Kita harus bertindak cepat untuk merespon peluang yang ada dan memilih kebijakan yang tepat untuk meningkatan investasi dan ekspor, tanpa harus mengorbankan pasar dalam yang potensi kekuatannya sangat besar. Dua kekuatan besar sebagai potensi pencipta “kekayaan dan kesejahteraan masyarakat, yaitu sumber daya alam yang melimpah dan beragam dan hasanah budaya yang tersebar di 33 propinsi sebagai sumber penciptaan nilai tambah dan mesin pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.

Yang penting adalah bahwa kita semua harus menyadari mesin pencipta nilai-nilai tambah tersebut harus dikelola dengan baik dan bertanggungjawab, barang-barang yang dijual ke luar adalah yang sudah diolah dan tidak dalam bentuk mentah. Ini harus menjadi mainstream kebijakan ekonomi nasional dan daerah. Posisi tawar indonesia yang sangat menguntungkan bagi pembangunan ekonomi bangsa ini jangan sampai dikorbankan hanya untuk kepentingan sesaat, tetapi harus kita manfaatkan untuk menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran.

KTT asean yang akan diselenggarakan di Bali dalam beberpa hari ke depan ini harus dimanfaatkan untuk menciptakan peluang tersebut. Negeri ini butuh investasi, butuh devisa dari hasil ekspor produk bernilai tambah (dalam arti yang sudah diproses dan diolah di dalm negeri) dan impor yang terkendali untuk mengasilkan surplus devisa yang besar. Asean fair yang diselenggarakan di Bali adalah salah satu bentuk even penting untuk menunjukkan kepada dunia inilah sekilas kekuatan ekonomi riil yang telah mampu dikuasai dan dikembangkan oleh bangsa Asean dan khususnya indonesia yang basis utamanya bersumber dari produk yang diolah dari sumber daya alam dan produk berbasis budaya.

Pemerintah daerah harus ikut mencermati dan juga merespon perkembangan yang terjadi di zona global dewasa ini. Mesin pertumbuhan ekonomi menjadi tanggung jawab pemda.

Di waktu-waktu mendatang secara nyata. Pertumbuhan ekonomi nasional pada dasarnya terbentuk dari proses akumulasi pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, kalau pada tahun 2012 ekonomi nasional diharapkan tumbuh 6,7%, maka pertumbuhan ekonomi daerah seyogyanya dapat tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

Bangun kekuatan inti sumber pencipta pertumbuhan ekonomi daerah. Kembangkan oase-oase pertumbuhan sebagai prioritas yang bersumber dari kekayaan sumber daya alam dan budaya daerah yang bisa dikapitalisasi secara ekonomi sepanjang hasilnya dipakai untuk mensejahterakan dan memakmurkan rakyat secara luas. Sekarang adalah saatnya untuk mengkonsolidasikan seluruh potensi yang kita miliki untuk kita menjadi sebuah kekuatan ekonomi riil untuk menjadikan bangsa indonesia menjadi pemenang, menjadi bangsa yang berhasil menciptakan surplus ekonominya dan bukan menjadi pecundang, khususnya di lingkungan Asean, Asia dan global.

Kita jauhkan negeri ini menjadi bangsa yang merugi. Kita jangan menjadi bangsa yang kaya tapi rakyatnya tidak sejahtera. Inilah tantangan yang harus kita jawab bersama. Demokrasi politik yang sudah kita nikmati, harus kita manfaatkan sebesar besarnya untuk menciptakan hal-hal yang produktif baik secara politik, social, ekonomi dan budaya.***

Berita Terkait

Komentar

Komentar