Indonesia Perlu Melakukan Diseminasi Hasil-hasil ACCSQ di Laos

JAKARTA, (tubasmedia.com) –  Bertempat di Vientiane, Lao PDR, selama tiga hari (21- 23 Agustus 2017) telah berlangsung rangkaian pertemuan ASEAN Consultative Committee of Rubber-Based Product Working Group (ACCSQ-RBPWG) ke-25.

Direktur Industri Kimia Hilir, Teddy Sianturi, peserta dari Indonesia mengatakan rangkaian pertemuan dihadiri  delegasi dari 8 negara anggota ASEAN, yaitu Kamboja, Indonesia, Lao PDR, Malaysia, Myanmar, Philippinea, Thailand dan Vietnam dengan support dari Sekretariat ASEAN.

‘’Kami mewakili delegasi Indonesia pada pertemuan tersebut menduduki posisi chair,’’ kata Teddy. Pertemuan ACCSQ RBPWG dibuka Director General, Department of Standardization and Metrology, Ministry of science and rechnology, Lao People Democratic Republic.

Menurut Teddy, ada beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti Indonesia untuk agenda pertemuan ACCSe-RBPWG misalnya melakukan pemetaan terhadap kemampuan fasilitas pengujian untuk penerapan 61 standar ISO yang telah diharmonisasi dan standar lain yang akan diharmonisasi.

Tentang harmonisasi standar produk, perlu melakukan pembaharuan daftar 61 ISO yang telah diharmonisasi serta mengumpulkan masukan dari negara-negara anggota ASEAN terhadap implementasi harmonisasi 61 ISO tersebut

Kemudian dirasa perlu mengidentifikasikan standar ISO lain yang dapat diterapkan industri dan lembaga penilaian kesesuaian dalam negeri untuk  diusulkan dalam daftar harmonisasi.

Sementara itu, partisipasi ASEAN pada fora internasional pengembangan Standar ISO, mengkoordinasi seluruh pihak, termasuk National Mirror Committee on ISO/TC 45 untuk membahas draft standar ISO, serta mengenai kemungkinan usulan baru dari Indonesia untuk penyusunan standar ISO produk karet.

Indonesia juga dipandang perlu melakukan diseminasi hasil-hasil pertemuan RBPWG dan peluang sponsorship untuk capacity building kepada pihak terkait yang saat ini akan dilakukan untuk:

training on ISOIEC 17043 dan training on Unceftainty of Measurement forRubber Testing and Training on ISO/IEC,

Selain itu, Indonesia perlu melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan standar produk-produk  yang memiliki potensi untuk dikembangkan dalam rangka mengakselerasi konsumsi karet alam dalam negeri.

Rangkaian pertemuan RBPWG ke-26 dijadwalkan dilaksanakan di Malaysia pada triwulan pertama tahun 2018 dan Philippina dijadwalkan menjadi tuan rumah rangkaian pertemuan RBPWG berikutnya. (sabar)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar