Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh

Oleh Fauzi Aziz

PERTAMA, motto tersebut  sangat menarik, singkat, mudah diingat dan bisa dianggap sebagai  bahasa visi. Tapi ini hanya tebak manggis apakah Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh adalah sebuah visi baru pemerintah menuju normal baru atau hanya sekedar jargon penyemangat setelah Indonesia merdeka 76 tahun. Tangguh seperti apa konsepnya dan tumbuh seperti apa pula maknanya, bisa saja menimbulkan banyak versi pemahamannya.

KEDUA, supaya tidak menimbulkan bias pemahaman di ruang publik, sebaiknya jargon semacam itu tidak menjadi tema semusim. Subyektivitas pemahaman bisa saja terjadi, dan sebab itu sebaiknya ada penjelasan dari pemerintah makna yang tersirat di balik itu. Penting tidak penting sih jika hal -hal semacam itu dibahas. Bagi perencana pembangunan, Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh bisa saja dianggap sebagai bahasa visi pembangunan. Bagi motivator pembangunan mungkin teks semacam itu hanyalah sekedar jargon penyemangat semusim.

KETIGA, boleh jadi bahwa Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh bisa kita sebut sebagai “the political economy of policy making” yang berarti dapat dimaknai sebagai satu visi pembangunan yang akan kita wujudkan. Jika kita kemas sebagai bagian dari sistem perencanaan nasional sebagai kerangka kerja besar pembangunan nasional yang bersifat makro, maka visi tersebut harus dieleborasi lebih lanjut dalam bahasa misi, strategi, kebijakan, progam dan anggaran. Dalam hubungan ini, negara membutuhkan juga dukungan kerangka kerja makro ekonomi yang tidak sekedar pro pasar, tapi lebih besar dari itu dapat menstimulasi investasi modal dari sumber dalam negeri agar Indonesia dapat bebas dari utang luar negeri untuk membiayai pembangunan ekonomi.

KEEMPAT, singkat kata, bahwa mewujudkan Indonesia Tangguh dan Indonesia Tumbuh butuh proses dan konsistensi. Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh memerlukan perencanaan, kerangka kerja kelembagaan yang efektif, efisien dan menjamin kepastian hukum. Tangguh dan Tumbuh yang berdimensi luas dalam perspektif geopolitik, geoekonomi, dan geobudaya dalam rangka melindungi segenap bangsa, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

KELIMA, dalam konteks berbangsa dan bernegara, maka untuk mewujudkan Indonesia Tangguh, Indonesia Menuju Indonesia Emas tahun 2045, bangsa ini butuh panduan Rencana Pembangunan Jangka Panjang atau kelak akan berupa GBHN jika konsensus politik nasional menghendakinya. Apapun bentuknya, membangun  dan menggagas masa depan Indonesia harus ada perencanaannya tanpa harus menggugat masa lalu. Pancasila dan UUD 1945 hakekatnya adalah sumber dari segala sumber hukum untuk menata kehidupan berbangsa dan bernegara.

KEENAM, periode 2020-2024 adalah periode akhir RPJP 2005- 2025. Berarti bahwa pemerintah bersama MPR/DPR/DPD harus mulai bekerja menyusun RPJP atau “GBHN” tahun 2025- 2045 untuk mewujudkan Indonesia Tangguh dan Indonesia Tumbuh. Catatan terpentingnya adalah bahwa periode 2020-2025 merupakan periode kunci dan menentukan dalam melaksanakan tahapan pembangunan. Periode ini adalah tahap krusial bagi posisi Indonesia menjadi sebuah negara yang mampu keluar dari jebakan berpendapatan menengah ke bawah. Tidak hanya itu bahwa Indonesia juga harus bisa segera keluar dari jebakan pandemi covid 19.

KETUJUH, catatan dari penulis untuk bidang ekonomi, sistem perencanaan di bidang ekonomi harus bisa menjawab kebutuhan masa depan yaitu Inovation based economy yang mampu co-creating unique value with customers, yang oleh C.K Prahalad disebut sebagai the future of competition. Dalam konteks konstitusi, perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian , serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional. Berarti bahwa  Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh harus diselenggarakan sesuai dengan prinsip demokrasi tersebut. Salam sehat, semoga tangguh dan tumbuh .(penulis adalah seorang pemerhati ekonomi dan industri).

Berita Terkait

Komentar

Komentar