Indonesia Wajib Jaga Pasar Domestik

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Indonesia harus menjaga pasar domestik agar tidak menjadi sasaran bagi sejumlah negara yang mengalami over stok. Dan satu lagi yang sangat perlu dijaga adalah jaminan pasokan dan harga bahan pangan dan energi untuk mencegah keresahan masyarakat yang berlebihan.

Demikian pengamat industri dan ekonomi, Fauzi Aziz dalam perbincangan dengan tubasmedia.com di Jakarta, Kamis mengomentari Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyebut 2023 ekonomi Indonesia terancam disebabkan anjloknya nilai ekspor serta komentar sejumlah pihak yang menyebut pengembangan ekonomi khususnya sektor industri akan mengalami hambatan disebabkan adanya pengalihan anggaran di tahun politik ini.

Nada-nada sumbang yang berkumandang di sekitar Kementerian Perindustrian adalah masa kampanye dan piplres-pun masih jauh tapi anggaran untuk pengembangan sektor industri sudah dipotong untuk membiayai tahun politik dan potongannya-pun sangat signifikan dan dananya-pun belum cair.

Fauzi Aziz selanjunta mengatakan bahwa pertumbuhan demand agregat  akan turun, terutama di negara – negara maju seperti AS, China dan UE. Menghadapi anggaran turun, lanjutnya, memang harus dilakukan pengendalian, pasalnya pemerintah selalu menghadapi ruang fiskal yg sempit. Karena itu, kualitas belanja harus diperbaiki dan disiplin APBN harus pula dijalankan sesuai aturan main.

Tentang adanya pengalihan anggaran pembangunan ekonomi ke anggaran pemilu 2024 yang disebut tahun politik, menurut FauziAziz memang hal itu harus dan wajib dialokasikan sehingga hal yang lazim dilakukan adalah re-alokasi anggaran.

Misalnya dengan menekan belanja rutin. ‘’Saya selalu mencatat bahwa belanja pemerintah disana sini banyak yang business as usual. Shifting anggaran hal yang biasa ketika ruang fiskal sempi,’’ katanya.

Seperti diberitakan Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut kendati kinerja ekonomi Indonesia masih baik dan terjaga, namun Indonesia mesti waspada.

Sri Mulyani mengatakan Indonesia perlu waspada lantaran saat ini dunia sibuk memerangi inflasi. Salah satunya yakni diwujudkan melalui kenaikan suku bunga. Praktis, hal tersebut berdampak pada pelemahan perekonomian negara-negara destinasi ekspor Indonesia.

Kita kata Sri Mulyani harus waspadai kinerja ekspor kita ke depan yang diperkiarakan akan anjlok. (sabar)

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.