Industri Agro Cukup Tanggguh Dijadikan Lokomotif Ekonomi Nasional

agro

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Sektor industri agro dinilai cukup tangguh untuk tampil dan dijadikan sebagai motor penggerak (lokomotif) ekonomi nasional. Cukup banyak alasan menjadikan sektor agro penggerak ekonomi nasional.

Demikian dikatakan Direktur Industri Makanan, Hasil Laut dan Perikanan Kementerain Perindustrian, Ir Abdul Rochim MSi kepada wartawan di kantornya kemarin.

Salah satu diantaranya adalah share seluruh sektor agro terhadap pendapatan nasional sebesar 45,8 persen sementara sumbangan sector makanan minuman sebesa 31 persen. Selain itu lanjutnya, hampir seluruh bahan baku industri agro ada dan terdapat di dalam negeri.

Hanya saja katanya untuk mewujudnyatakan harapan tersebut, kementerian terkait seperti Kementerian Pertanian misalnya harus ikut mengambil peranan seperti meningkatkan produksi bahan-bahan baku industri makanan dan minuman. Selain itu sejumnlah kebijakan perlu disempurnakan.

Neraca perdagangan sector industry agro juga lanjutnya sangat menggembirakan dimana nilai ekspor agro lebih tinggi dibanding nilai impor. Yang masih selalu diimpor adalah jagung dan gula serta biji kakao.

Terntang biji kakao katanya, impornya mengalami kenaikan disebabkan produsen cokelat dalam negeri mengalami kekurangan biji kakao sebagai bahan baku. Impor biji kakao periode Januari-September 2015 sebanyak 46,475 ton atau lebih kecil dibanding dibanding periode yang sama tahun 2014 yang besarnya 69,136 ton. Sementara ekspor biji kakao dari Indonesia Januari-September 2015 sebesar 31,238 ton atau lebih kecil disbanding periode yang sama 2014 yang mencapai 53,404 ton.

Kapasitas produksi cokelat Indonesia mencapai angka 700.000 ton per tahun sementara biji kakao yang ada hanya 450.000 ton sehingga kekurangannya harus diimpor.

Sebelumnya Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin pernag mengungkapkan masih terjadi kenaikan impor biji kakao di Indonesia. Hal ini menunjukkan adanya kekurangan bahan baku biji kakao dalam negeri.

Industri kakao memiliki peranan penting khususnya dalam perolehan devisa negara dan penyerapan tenaga kerja karena memiliki keterkaitan yang luas baik ke hulu maupun hilirnya. Pada tahun 2014, devisa yang disumbangkan dari komoditi kakao mencapai US$ 1,24 miliar‎. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar