Industri Mainan Anak-anak Ketergantungan Bahan Baku Impor

290216 mainan

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Kesulitan industri mainan anak-anak sektor industri kecil untuk berkembang di Indonesia antara lain disebabkan tingginya ketergantungan industri tersebut terhadap bahan baku impor.

Hal itu dikatakan Direktur Industri Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan. Ditjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin, Gati Wibawaningsih kepada pers di Jakarta, kemarin. ‘’Sekitar 80 persen bahan baku masih diimpor,’’ tegasnya.

Selain itu katanya, harga bahan baku impor tersebut lebih murah jika dibanding dengan produk dalam negeri. Disebut misalnya seperti zat pewarna, kain boneka, spon, kancing dan juga jarum. ‘’Di situlah letak masalahnya sehingga kita sulit untuk mengembangkan industri mainan anak-anak di dalam negeri,’’ lanjutnya.

Namun disebut, secara bertahap, industri mainan anak-anak produk dalam negeri harus menjadi tuan di negeri sendiri. Katanya, pemerintah sudah menganggarkan dana sebesar Rp 800 juta untuk sosialisasi dan pelatihan serta sertifikat bagi pelaku industri mainan.

Mainan anak-anak impor yang umumnya membanjiri pasar dalam negeri katanya secara perlahan akan ‘’tergusur’’ oleh produk nasional. Ditanya kapan itu terjadi, dikatakan secara bertahap.

Menjawab pertanyaan sekitar masuknya mainan anak-anak impor tanpa SNI dan dijual bebas di dalam negeri. Dikatakan hal itu disebabkan lemahnya pengawasan. ‘’Perlu ada koordinasi antarinstansi terkait,’’ katanya. (sabar)

Berita Terkait