Industri Mebel Nasional Belum Tangguh

JAKARTA, (tubasmedia,com) –  Industri mebel dan kerajinan Indonesia hingga saat ini belum tangguh. Penyebabnya ternyata tidak lepas dari salah satu kendala yang dihadapi industri ini yakni dukungan alat-alat produksi yang belum merata dan canggih.

‘’Padahal, itu diperlukan untuk menopang proses produksi yang lebih cepat dan efisien, sehingga dapat bersaing dengan produsen mancanegara,’’ kata Wakil Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobur kepada waratwan di Jakarta, kemarin.

Untuk itu,  kata Sobur, HIMKI mendukung penuh penyelenggaraan pameran mesin untuk industri mebel dan kerajinan IFMAC & WOODMAC 2017 dan pameran Kitchen + Bathroom Indonesia 2017 yang akan diselenggarakan 27-30 September 2016 di JIExpo Kemayoran Jakarta.

Pameran IFMAC & WOODMAC 2017 adalah pameran woodworking terlengkap yang menyajikan dan memenuhi kebutuhan informasi dan kemajuan teknologi dalam industri komponen furniture dan kerajinan di Indonesia yang dapat mendorong tumbuhnya inovasi dan kreativitas para produsen mebel dan kerajinan nasional agar dapat menghasilkan produk-produk unggulan yang memiliki nilai tambah optimal.

Dikatakan, industri mebel dan kerajinan Indonesia adalah produk ramah lingkungan dan produk yang memiliki keunikan tersendiri yang dihasilkan oleh tangan-tangan trampil.

Bahkan industri ini merupakan industri padat karya dan berbasis komoditas unggulan lokal sehingga karya ini sangat disukai oleh para end user dari seluruh dunia, seperti Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Belanda, Jerman, Prancis, Australia, Belgia, Korea Selatan, Italia, Taiwan, Uni Emirat Arab.

Mereka menyukai produk mebel dan kerajinan Indonesia karena memiliki ciri khas yang sangat menonjol, yaitu terdapat perpaduan antara bahan ramah lingkungan, keanekaragaman budaya, ketrampilan yang mumpuni, serta inovasi desain yang relatif maju, sehingga tercipta produk Indonesia yang unik, inovatif, berkualitas dan standar internasional.

Bahkan produk mebel berbahan rotan pernah menjadi produk mewah dan icon di kawasan Eropa dimana masyarakat kelas menengah atas di Eropa cenderung mengisi rumahnya dengan furniture dan mebeler berbahan natural rotan. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar