Industri Otmotif di Indonesia Sudah Punya Daya Saing

KARAWANG, (tubasmedia.com) – Pemerintah semakin gencar menggenjot industri manufaktur di Indonesia untuk aktif melakukan peningkatan ekspor guna dapat menguatkan struktur perekonomian nasional.

Salah satu sektor yang berperan besar dalam memberikan devisa negara yang cukup signfikan dari capaian nilai ekspornya adalah industri otomotif.

“Program unggulan pemerintah saat ini, yaitu mendorong industri substitusi impor dan orientasi ekspor. Untuk itu, perlu terus melakukan peningkatan investasi agar produksi mampu bersaing,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara “PT Honda Prospect Motor Brio Export Production Line Off dan 20 Year Anniversary Ceremony di Karawang, Jawa Barat, Selasa (26/3).

Apalagi, berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri otomotif merupakan satu dari lima sektor manufaktur yang sedang mendapatkan prioritas pengembangan dalam kesiapan memasuki era revolusi industri 4.0 di Tanah Air.

Sejak tahun 2013, PT. HPM telah melakukan ekspor kendaraan dalam bentuk terurai (Completely Knock Down- CKD) untuk 11 model kendaraan bermotor roda empat merek Honda ke 12 negara tujuan ekspor di benua Asia dan Amerika. Sepanjang tahun 2018, nilai ekspornya menembus hingga Rp12 triliun.

“Kami terus mendorong ekspor PT. HPM akan terus di tingkatkan performanya untuk mencapai target total nilai ekspor sebesar Rp25,5 triliun pada tahun 2021,” tegas Airlangga.

Menurutnya, peningkatan ekspor PT HPM karena industri otmotif di Indonesia sudah punya daya saing, yang salah satu kunci utama penentunya adalah pengoptimalan konten lokal.

Selain dalam bentuk CKD, PT. HPM juga melakukan ekspor kendaraan bermotor dalam bentuk CBU, yaitu Honda Freed yang diproduksi di Pabrik HPM Karawang pada tahun 2011 sampai 2014 ke negara Thailand dan Malaysia.(ril/sabar)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar