Industri Otomotif Sambut Baik Mobil Murah

Laporan: Redaksi

Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi

Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi

JAKARTA, (TubasMedia.Com) – Indusri otomotif di Indonesia menyambut baik program mobil murah ramah lingkungan (LCGC) dengan berlomba-lomba memproduksi mobil segmen tersebut. Untuk bisa memproduksi mobil LCGC diperlukan sejumlah persyaratan.

Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi mengatakan saat ini baru dua agen tunggal pemegang merek (ATPM) yang memenuhi persyaratan dan sudah bisa menjual mobil LCGC. “Toyota dan Daihatsu sudah mendapat izin untuk memasarkan Astra Toyota Agya dan Astra Daihatsu Ayla. Sedangkan Suzuki dan Honda baru industrinya yang sudah mendapat izin, sementara izin untuk memasarkan Suzuki Karimun Wagon R dan Honda Brio Satya masih dalam proses,” katanya, di Jakara, pekan lalu.

Mobil murah ramah lingkungan memang masih didominasi pabrikan mobil Jepang, yaitu Toyota, Daihatsu, Suzuki dan Honda. Akan segera menyusul Nissan yang di arena Indonesia International Motor Show (IIMS) ke-21 memperkenalkan Datsun Go. Sementara itu, pabrikan mobil Jepang lainnya, Mitsubishi menyatakan belum tertarik untuk terjun ke pasar LCGC.

Mobil LCGC didesain sebagai mobil perkotaan (city car) yang berharga dan berbiaya murah, irit bahan bakar serta ramah lingkungan. Mobil LCGC harus menggunakan mesin dengan isi silinder maksimal 1.200 cc dan memiliki efisiensi bahan bakar minimal 20 kilometer per liter.

Astra Toyota Agya dan Astra Daihatsu Ayla merupakan produk pengembangan bersama PT Toyota Astra Motor (TAM) dan PT Astra Daihatsu Motor (ADM), dua industri otomotif yang sebagian sahamnya dimiliki PT Astra International.
Dari sisi spesifikasi mesin dan rangka, kedua mobil itu ibarat saudara kembar, karena sangat mirip. Hanya saja, sebagai pemimpin pasar sebagian besar mobil penumpang, Toyota lebih berani memberikan fitur-fitur keamanan, misalnya “dual airbag”, sehingga harganya sedikit lebih mahal.

Agya dan Ayla menggunakan mesin 1KR-DE, tiga silinder segaris 12 katup, DOHC dengan isi silincer 998 cc (dibulatkan menjadi 1.000 cc). Bagi Daihatsu, mesin tersebut merupakan pengembangan dari mesin Xenia (mobil segmen MPV) tipe D dan M yang menggunakan mesin EJ-VE DOHC VVT-i. Meskipun sama-sama memiliki kapasitas silinder 1.000 cc (Xenia 989 cc), tiga silinder dan 12 katup, mesin yang dipasang di Ayla diklaim sudah dikembangkan sehingga lebih ramah lingkungan.

Sedangkan bagi Toyota, mesin untuk Agya benar-benar mesin baru. Meskipun sama-sama berada di segmen “city car”, spesifikasi Agya dan Toyota Etios Valco yang bukan LCGC cukup berbeda. Etios Valco menggunakan mesin 3 NR-FE, empat silinder, 16 katup DOHC dengan kapasitas silinder 1.197 cc (1.200 cc).

Selain persamaan dalam hal mesin, Agya dan Ayla juga memiliki kesamaan dalam rangkanya. Kedua mobil itu menggunakan ranga “High Tensile Strength Steel” yang diklaim sebagai baja ringan yang memiliki kekuatan yang sangat kuat, tetapi 40 persen lebih ringan.

Rangka baja itu juga diklaim mampu menyalurkan benturan melampaui kabin sehingga ketika terjadi tabrakan dari depan, rangkanya akan menyalurkan energi benturan dari depan ke belakang, melampaui kabin penumpang.

Astra Toyota Agya dibanderol dengan kisaran harga Rp 99.900.000 hingga Rp120.750.000, sedangkan Astra Daihatsu Ayla dipasarkan dengan kisaran harga Rp 76.500.000 hingga Rp114.150.000. (sabar)

Humbanghas
Humbanghas

Berita Terkait

Komentar

Komentar