Industri Rock Wool Tambah Kapasitas Produksi

MEMPERHATIKAN – Sekjen Kementerian Perindustrian Haris Munandar bersama Direktur Operasional dan Pemasaran PT. Nichias Rockwool Indonesia Ivan Kuntara serta Direktur Industri Kimia Hulu Kemenperin Muhammad Khayam memperhatikan contoh produk rock wool seusai Peresmian Lini Produksi Ketiga PT. Pabrik Nichias Rockwool Indonesia di Cikampek, Karawang, Jawa Barat, 14 September 2017.-tubasmedia.com/ist

 

CIKAMPEK, (tubasmedia.com) – Industri di dalam negeri semakin bergeliat dengan menunjukkan aktivitas perluasan usahanya seiring kebijakan pemerintah menciptakan iklim usaha yang kondusif.

Langkah ekspansi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap produk impor serupa sehingga menghemat devisa negara.

“Momentum ini juga menjadi salah satu indikasi bahwa Indonesia adalah negara yang menjanjikan untuk investasi sekaligus pasar yang sangat potensial,” kata Sekjen Kementerian Perindustrian Haris Munandar pada peresmian jalur produksi ketiga PT Pabrik Nichias Rockwool Indonesia di Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (14/9).

Haris menyampaikan, pemerintah memberikan apresiasi terhadap perusahaan tersebut. Selain merupakan satu-satunya perusahaan yang bergerak di industri hilirisasi batuan alam menjadi fiber, Nichias Rockwool Indonesia juga berupaya menerapkan teknologi terbaru pada proses produksinya, terutama untuk metode peleburan.

“Penggunaan teknologi baru ini tentunya membawa manfaat bagi perusahaan dan lingkungan,” ujarnya.

Selain itu, penggunaan teknologi yang ramah energi dan efisien akan menghemat sumber daya alam dan mengurangi emisi gas rumah kaca. “Hal ini sejalan dengan program pemerintah untuk mewujudkan industri hijau yang bersahabat dengan lingkungan dan berkelanjutan,” imbuh Haris.

Sekjen berharap PT. Nichias Rockwool Indonesia dapat aktif melakukan penelitian dan pengembangan untuk diversifikasi produk sehingga mampu memenuhi kebutuhan konsumen masa depan dan meningkatkan daya saing perusahaan.

Selanjutnya, Kemenperin mendorong agar proyek-proyek pemerintah dapat menggunakan produk lokal ini, seperti proyek ketenagalistrikan 35 ribu MW dan pembangunan infrastruktur.

“Saat ini, produk rock wool telah memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) supaya bisa menjamin kualitas produk dan meningkatkan keamanan bagi konsumen serta mewujudkan persaingan bisnis yang sehat,” paparnya. (ril/sabar)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar