Industri TPT Nasional Ibarat Benang Kusut

IMG_5351

BANDUNG, (tubasmedia.com) – Dimasukkannya industri tekstil dan produk tekstil (TPT) menjadi salah satu uggulan sector industri nasional sebenarnya tidak tepat. Pasalnya, sebagai unggulan yang diharapkan dapat menjadi ujung tombak perekonomian nasional, pemerintah tidak memberlakukan sektor TPT sebagai unggulan.

‘’Bahkan sejumlah industri TPT di Jawa Barat sekitarnya sudah pada berjatuhan, terutama industry spray, tak satu-pun yang masih hidup, akan tetapi sudah tutup total,’’ demikian diungkapkan Sekretaris Jenderal Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jawa Barat, Kevin Hartanto kepada wartawan di Bandung, kemarin.

Karena itu lanjut Kevin, para pelaku industri TPT mengimbau pemerintah agar sikapnya jangan hanya enak didengar kuping, sebab antara kata dan perbuatan sangat berseberangan. Agar kita tau ya, lanjut Kevin, bila ditelusuri saat ini, industri TPT, semakin ke hilir semakin tertekan yang penyebabnya eksternal.

Banyak ketidakpastian berusaha di sektor TPT saat ini, bahkan teramat banyak pungutan yang membuat sektor TPT semakin terpuruk. ‘’Kalau bisa kami gambarkan, sudah ibarat benang kusut,’’ katanya.

Kevin mengatakan tidak ada lagi yang dapat dibanggakan di sektor industri TPT. Pangsa pasar industri TPT nasional di pasar internasional saja, katanya masih di bawah dua persen sementara pasar dalam negeri yang berpenduduk 250 juta jiwa habis direbut produk impor yang harganya jauh lebih murah dibanding produk dalam negeri.

Kenapa pasar lokal bisa dibanjiri barang impor baik yang legal maupun yang illegal. Seharusnya kata Kevin, pemerintah harus dan wajib melindungi pasar lokal. ‘’Tapi nyatanya pemerintah kebanyakan rapat dan diskusi sementara actionnya memelihara produk unggulan bisa dikatakan tidak ada,’’ tegasnya. (sabar)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar