Inflasi bulan Nopember Meningkat

031214-ekbis-2

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Inflasi pada November 2014 meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, namun masih lebih rendah dari prakiraan Bank Indonesia. Inflasi IHK mencapai 1,50% (mtm) meningkat dari 0,47% (mtm) Oktober 2014.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Sagara menjelaskan, peningkatan inflasi terutama bersumber dari naiknya inflasi kelompok administered price dan volatile foods. Secara tahunan, inflasi IHK pada November mencapai 6,23% (yoy). “Inflasi administered prices meningkat terutama didorong oleh kenaikan harga BBM bersubsidi, tarif angkutan darat dan tarif tenaga listrik (TTL),” kata Tirta, Rabu (3/12).

Inflasi administered price pada November tercatat sebesar 4,20% (mtm) atau 11,39% (yoy), meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 1,34% (mtm). Inflasi volatile food juga meningkat dari 0,24% (mtm) pada bulan sebelumnya menjadi 2,37% (mtm) atau 7,96% (yoy) pada bulan November, terutama bersumber dari kenaikan harga aneka cabai yang tinggi, di atas pola historisnya, akibat musim kemarau.

Sementara itu, kenaikan inflasi inti relatif sesuai dengan perkiraan, yakni mencapai 0,40% (mtm) atau 4,21% (yoy). Hal ini antara lain dipicu oleh kenaikan biaya transportasi sejalan dengan kenaikan harga BBM bersubsidi. “Bank Indonesia memperkirakan bahwa dampak kenaikan harga BBM akan berlangsung secara terkendali dan temporer sekitar tiga bulan, dengan puncaknya pada bulan Desember 2014,” imbuh Tirta.

Menghadapi hal tersebut, Bank Indonesia akan memperkuat bauran kebijakan dan meningkatkan koordinasi pengendalian inflasi dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk meminimalkan dampak lanjutan yang ditimbulkan serta mengelola ekspektasi inflasi.

“Dengan bauran kebijakan tersebut dan berbagai langkah kebijakan yang telah ditempuh sebelumnya, Bank Indonesia meyakini bahwa inflasi pasca kenaikan harga BBM bersubsidi tetap akan terkendali dan dapat segera kembali pada lintasan sasarannya 4 ± 1% pada tahun 2015,” kata Tirta (angga)

Berita Terkait

Komentar

Komentar