Inflasi Kota Tasikmalaya 3,44%

TASIKMALAYA, (tubasmedia.com) – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya, Heru Saptaji mengatakan,  inflasi Kota Tasikmalaya tercatat kisaran 3,44%.

Apabila dibandingkan dengan target inflasi nasional yang sebesar 3,5%±1, pencapaian inflasi Jawa Barat maupun Kota Tasikmalaya masih berada pada range target inflasi nasional.

Namun demikian, berdasarkan tracking Survei Pemantauan Harga yang dilakukan Bank Indonesia bahwa inflasi periode Agustus 2018 di Jawa Barat (termasuk Kota Tasikmalaya) cenderung lebih rendah bila dibanding inflasi Juli 2018.

Sementara itu Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman mengatakan, Inflasi 3,4 persen mudah-mudahan bisa ditekan menjadi 3 persen sampai akhir tahun.

‘’Walau hasilnya belum bisa dilihat langsung masyarakat, tapi kalau pertumbuhan ekonomi bagus inflasi pasti akan rendah,” kata walikota didampingi  Direktur Kantor Perwakilan BI Jawa Barat, Sukarelawati Permana, usai melakukan audens di ruang kerja Walikota Tasikmalaya, Kamis (30/8/2018).

Walikota menyebut bahwa  pihaknya komitmen akan terus memantau stabilitas harga di pasaran sehingga bila ada komoditas yang merangkak naik harganya, bisa dicari jalan keluarnya.

“Melakukan pengecekan harga sangat penting, terus apa yang menghambat. Apakah jalur distribusi, apakah pasokannya sehingga terjadi kenaikannharga,” karta Budi.

Selama tahun 2014-2017, inflasi yang terjadi di Jawa Barat salah satunya bersumber dari komoditas hortikultura seperti bawang merah dan cabai rawit serta subkelompok sayuran.

BI mulanya mempertimbangkan sejumlah komoditas penyumbang inflasi seperti beras, telur, cabai, daging. Tapi dari sejumlah komoditas itu, cabai dipilih karena lebih mudah penanamannya.  (mik)

Berita Terkait

Komentar

Komentar