Ini Dia Produsen Baterai untuk Kendaraan Listrik di Dalam Negeri

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebut, PT. International Chemical Industry, produsen baterai merek ABC, bakal menjadi produsen sel baterai buat kendaraan listrik di dalam negeri.

Produk sel baterai itu dikatakan bisa menjadi kunci untuk meningkatkan kandungan lokal kendaraan listrik yang diproduksi di Tanah Air sesuai peraturan.

Seperti diketahui dalam Perpres Nomor 55 Tahun 2019 telah diatur produksi kendaraan listrik di dalam negeri wajib memenuhi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) minimum yang secara bertahap naik dari tahun ke tahun.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Pertahanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika menjelaskan dalam diskusi virtual, Selasa (28/7), pihak ABC bakal mendirikan jalur produksi dengan rencana produksi pada akhir 2020.

“Nah sekarang sudah dalam proses install mesin pada Juli, akhir tahun ini akan sudah memulai melakukan pre commercial production. PT International Chemical Industry, yang memproduksi batu baterai ABC, akan masuk ke [produksi] lithium-ion,” kata Putu.

Sel baterai lithium-ion itu, jelas Putu, berbahan baku nikel ferofosfat. Bahan baku pembuatannya disebut berasal dari dalam negeri.

Putu juga menjelaskan sel baterai yang diproduksi ditujukan terutama buat kendaraan listrik. Selain itu output produksi juga menargetkan produk power supply teknologi komunikasi dan keperluan elektronik lainnya.

Putu menjelaskan investasi yang dikucurkan International Chemical Industry tergolong Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Selain itu Putu juga menyebut perusahaan ini bisa membaca situasi kebutuhan baterai listrik seiring dorongan pengembangan kendaraan listrik dari pemerintah.

Baterai merupakan komponen utama pada kendaraan listrik yang cenderung mahal. Bila dibanding harga kendaraan, Putu berkata porsi baterai listrik bisa mewakili sampai 45 persen.

Ketersediaan produsen sel baterai di dalam negeri diharapkan bisa menjadi pemasok buat pemanufaktur kendaraan listrik yang kemudian menambah nilai kompetitif sebab penggunaan komponen lokal bertambah.

Sebelumnya Putu Juli sempat menyebut ada pihak yang ingin mendirikan pabrik baterai jenis lithium ferofosfat di Jakarta dengan investasi PMDN sebesar Rp200 miliar dengan kapasitas 20 ribu sel baterai per hari dan akan memperkerjakan sampai 120 ribu orang. Namun saat itu belum disampaikan siapa produsen tersebut.(sabar)

Humbanghas
Humbanghas

Berita Terkait

Komentar

Komentar