Jaga Ketersediaan Bahan Baku Industri Makanan Minuman

4

TEPUNG TERIGU – Menteri Perindustrian Saleh Husin bersama Presiden Direktur PT. Bungasari Flour Mills Grant Lutz, Komisaris Utama FKS group Edy Kusuma dan Komisaris PT. Bungasari Flour Mills Chandy Kusuma, Dirut PT Krakatau Bandar Samudera Tonno Sapoetro, Asisten Daerah Pembangunan dan Kesra Pemprov Banten Eneng Nurcahyati serta para karyawan berfoto di depan produk tepung terigu produksi Bungasari, usai mengunjungi pabrik PT Bungasari Flour Mills di Cilegon, 21 Juli 2016.-tubasmedia.com/ist

CILEGON, (tubasmedia.com) –  Kementerian Perindustrian memacu industri makanan dan minuman di dalam negeri dapat terus tumbuh melalui penyediaan kebutuhan bahan baku dan bahan penolong secara cukup dan berkesinambungan.

Oleh karena itu, keberadaan industri pendukungnya sangat diperlukan untuk menjaga konsistensi kinerja industri mamin yang dari tahun ke tahun mampu tumbuh dan berkembang.

Pada kunjungan ke beberapa pabrik produsen produk pangan olahan yang berlokasi di Banten, Menteri Perindustrian Saleh Husin menegaskan, industri makanan dan minuman memiliki arti penting dan strategis bagi perekonomian nasional, karena mendukung ketahanan pangan dan memberikan kontribusi yang cukup besar dalam pembentukan PDB, penyerapan tenaga kerja maupun dalam perolehan devisa.

Pada triwulan I tahun 2016, industri makanan dan minuman memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar Rp. 136,57 triliun (berdasarkan harga berlaku) atau memberikan kontribusi sebesar 31,4 persen terhadap PDB industri pengolahan non-migas.

“Pada periode yang sama, ekspor industri makanan dan minuman sebesar USD 499,1 juta atau menyumbang 5,88 persen dari ekspor hasil industri,” kata Menperin di Cilegon, Banten, Kamis (21/7/2016).

Bahkan, lanjut Saleh, pertumbuhan industri makanan dan minuman (tidak termasuk industri pengolahan tembakau) berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Pada tahun 2015 pertumbuhan ekonomi sebesar 5,02 persen, sedangkan industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 7,54 persen.

Menperin mengunjungi PT Tereos FKS Indonesia (industri pengolahan jagung),  PT Bungasari Flour Mills Indonesia (industri tepung terigu) dan PT Permata Dunia Sukses Utama yang memproduksi gula untuk industri dengan merek PDSU dan gula super putih Inti Manis. (sabar)

 

Berita Terkait