Jalan Tol Dalam Kota Bantu Kelancaran

Oleh : Anthon P.Sinaga

Ilustrasi

Ilustrasi

RENCANA pembangunan jalan tol dalam kota Jakarta yang diprakarsai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui badan usaha milik daerah (BUMD) yang akan ditenderkan bulan Mei nanti, patut disambut baik. Hal itu dapat membantu kelancaran lalu lintas dengan memberi berbagai alternatif bagi pengguna jalan di Jakarta.

“Pembangunan ruas tol dalam kota, masih sesuai rencana. Saya berharap pada akhir 2013 mendatang ruas tol itu sudah bisa dioperasikan,” kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Balaikota Jakarta, hari Kamis (13/3) pekan lalu. Ruas tol itu akan dibangun berupa jalan layang (elevated) sepanjang 67,74 kilometer dengan total investasi sebesar Rp 41 triliun.

Jumlah kendaraan dengan rasio luas wilayah di Jakarta saat ini, memang tidak sepadan dengan luas jalan. Saat ini luas lahan yang dijadikan jalan, baru sekitar 6,2 persen dari luas wilayah Ibukota Jakarta 650 km2. Idealnya rasio luas jalan dibanding luas wilayah, setidaknya 14 persen. Sebagai perbandingan, rasio jalan di Singapura 12 persen dari luas wilayah, kota Tokyo 22 persen dan kota Paris 24 persen dari luas wilayah.

Keluhan-keluhan selama ini tentang kemacetan jalan, karena tidak seimbangnya jumlah kendaraan dengan luas jalan, akan bisa tereliminasi dengan adanya jalan tol alternatif ini, apalagi dalam bentuk jalan layang yang tidak mengambil porsi jalan yang ada seperti jalur busway.

Selain itu, Pemprov DKI juga sudah dan akan merencanakan pembangunan jalan arteri layang di berbagai ruas yang padat lalu lintas, sekaligus mengurangi persimpangan dan tempat-tempat perhentian sebagai biang kemacetan.

Mudah-mudahan tahun 2013 sudah mulai terlihat upaya Pemprov DKI menangani masalah transportasi, dan tidak lagi sebagai pepesan kosong seperti yang dituduhkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada rapat kerja pemerintah beberapa bulan lalu di Istana Bogor.

Yang lebih penting lagi segala hambatan di jalan, seperti penertiban pedagang kaki lima, masalah parkir, dan lain-lain, harus didelegasikan tanggung jawabnya ke pimpinan wilayah kota, kecamatan dan kelurahan. Yang tidak mampu menertibkan wilayahnya, segera diganti dan jangan ada oknum-oknum yang memanfaatkannya menjadi mesin ATM untuk mengeruk uang.

Ada enam ruas jalan tol yang akan dibangun. Untuk pembangunan jalan tol tersebut, Pemprov DKI membentuk konsorsium BUMD DKI Jakarta, yakni PT Jakarta Propertindo dan PT Pembangunan Jaya Grup dengan nama PT Jakarta Tol Road Development (PT JTRD). Keenam ruas jalan tol tersebut diperkirakan mampu menampung sekitar 864.000 kendaraan setiap hari. ***

Humbanghas
Humbanghas

Berita Terkait

Komentar

Komentar