Jalur Pantura Rawan Kecelakaan

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

SEMARANG, (Tubas) – Pengguna jalur pantura Semarang/Jateng – Tuban/Jatim (Surabaya), perlu hati-hati. Ada proyek pelebaran dan pengecoran di banyak ruas jalan itu, kerawanan acapkali terjadi. Perkiraan Bina Marga Jateng, hingga akhir tahun ini atau awal tahun depan, kondisi kerawanan itu baru berakhir.

Proyek perbaikan/pembangunan jalan itu, menurut jadwal Bina Marga, selesai 22 Desember 2011. Namun karena bermacam faktor teknis/non-teknis, pekerjaan bisa lebih cepat diselesaikan, atau sebaliknya dapat molor. Pada prinsipnya, Bina Marga ingin selekasnya merampungkan pekerjaan, sehingga tak menganggu kelancaran/kenyamanan para pemakai jalan pantura.

Kondisi pantura Semarang-Tuban seperti itu, dipastikan masyarakat yang berlibur akhir tahun (Natal/Tahun Baru) menempuh route darat dari Jakarta ke Bali atau sebaliknya. Akan mengalami gangguan/ketidak-nyamanan dalam perjalanan. Demi kelancarannya disarankan merubah route via jalur Selatan yaitu Jakarta-Semarang-Solo-Surabaya-Bali atau sebaliknya.

Sampai tiga bulan ke depan, penggalan pantura yang diperlebar/di-cor yaitu, Demak-Kudus (25 Km), Jekulo/Kudus-Pati (15 Km), Juwana/Pati-Rembang (30 Km) dan Lasem/Rembang-Kragan (20 Km). Jalan darurat disediakan dikanan-kiri jalan yang tengah ditinggikan/dicor, sempit berdebu dan gelap malam hari. Seluruh jenis kendaraan merayap bahkan macet. (amary)

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.