Jalur Puncak Macet, Nyawa Manusia Sering tidak Tertolong

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

BOGOR, (Tubas) – Naik-turun, belok kiri-kanan, mengular harus dilakukan oleh siapa saja yang bergerak menuju kawasan wisata Puncak. Kelancaran lalu lintas merupakan kenikmatan tersendiri saat menghirup udara segar di atas hamparan pohon teh yang hijau dalam dekapan panorama alam yang indah dan nyaman sepanjang perjalanan menuju daerah wisata Puncak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Di kawasan wisata itu tersedia banyak objek wisata alam yang indah dan mempesona.

Keindahan alam itu menjadi daya tarik wisatawan domestik dan asing untuk berkunjung ke kawasan wisata Puncak. Lantaran itu, keamanan dan kelancaran arus lalu lintas di jalur puncak merupakan obsesi Kapolres Bogor AKBP Heri Santoso. Saat ditemui tubasmedia.com, di ruang kerjanya, pekan lalu, Heri Santoso mengatakan kawasan wisata Puncak merupakan daerah tujuan wisata yang sering dikatakan orang sebagai “Taman Firdaus Pulau Jawa”.

Di kawasan “taman firdaus” itu pengunjung dapat menikmati hamparan perkebunan teh yang indah. Menelusuri celah-celah pohon teh sambil menikmati semilir angin yang tak begitu dingin dalam pelukan udara pegunungan yang masih relatif segar. Mau lebih lama dan nikmat lagi, kita bisa mendirikan tenda sambil bermain layang-layang.

Menurut Heri Santoso banyak kendala lalu lintas di jalur Puncak. Kendala itu semakin terasa saat datang hari libur Sabtu dan Minggu dengan kemacetan lalu lintas. Untuk memantau apa yang terjadi di ruas jalan menuju kawasan Puncak, polisi telah memasang alat pantau (CCTV) kendaraan bermotor. Pantauan itu dimulai dari pintu tol Gadog ke arah kanan melalui Megamendung – Sukamanah – Suka Galih kemudian tembus di Citeko – Pasar Cisarua sebelum Taman Safari terus menuju Puncak Pas dan Cianjur. Pantauan juga dilakukan sejak persimpangan lampu merah Ciawi.

“Untuk menghindari kemacetan lalu lintas kita lakukan buka tutup jalur dan bersiaga penuh selama 24 jam,” katanya.

Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Zainal Abidin menambahkan nikmat melewati jalur Puncak bagi para pengemudi kendaraan bermotor bisa didapat setelah masuk pintu tol Gadog masuk kanan melalui wilayah Kecamatan Mega Mendung. Bisa juga dari pintu tol Sentul masuk Babakan Madang Cijayanti tembus Cipayung Datar, masuk Jogjogan Taman Wisata Matahari-Ciburial sampai di depan Wisma Perindustrian menuju Puncak Pas dan Cianjur.

Kepala Dinas LLAJR Kabupaten Bogor Subiantoro mengatakan LLAJ Kabupaten Bogor berupaya keras membantu mengatasi kemacetan lalu lintas di jalur Puncak setiap hari libur nasional, hari Sabtu dan Minggu. Petugas LLAJ dikerahkan, rambu-rambu lalu lintas tidak ada yang tidak terpasang. Disarankan kendaraan bus besar dan truk melalui jalur Sukabumi – Cianjur – Cipularang – Purwakarta – Cimahi – Bandung – Jonggol.

Namun, pedagang asongan yang suka mangkal di pertigaan Gadog dan Pasar Cisarua, Adang kepada Tubas mengatakan dia merasa senang dengan adanya kemacetan di jalur Puncak karena bisa mendapatkan rezeki. Rezeki kemacetan juga dinikmati pengemudi ojek yang menjual jasa angkut orang yang turun di jalan dan kesal dengan kemacetan.

Bagi sebagian warga yang berdomisili di sekitar wilayah Puncak dan Cisarua seperti H. Abidin dan Makmun mengaku pada hari libur Sabtu dan Minggu bisa menjadi petaka bagi anak-anak mereka yang akan pergi sekolah di Kota Bogor.

Tidak hanya itu. “Kemacetan lalu lintas di jalur Puncak sering membuat kesulitan warga yang sakit dan akan berobat ke Kota Bogor atau Jakarta. Kemacetan lalu lintas kadang-kadang membuat nyawa menjadi tidak tertolong,” ungkap H. Abidin. (tim bocimi)

Berita Terkait

Komentar

Komentar