Jateng Bersuara Lain Soal Stop Ekspor Rotan

Loading

Laporan: Redaksi

Anggoro Ratmadiputro

Anggoro Ratmadiputro

SEMARANG, (Tubas) – Jika Jawa Timur, Jawa Barat atau daerah lain mendukung kebijakan pemerintah segera stop ekspor rotan, suara lain datang dari Asosiasi Industri Mebel Kerajinan Indonesia (Asmindo) Jawa Tengah yang tegas menolak. Alasannya, kebijakan itu cepat atau lambat justru membunuh industri hulu rotan.

Ketua Asmindo Jawa Tengah, Anggoro Ratmadiputro, mengecam kebijakan Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan, yang segera menghentikan ekspor rotan. Menteri disebutnya tak perduli fakta, bahwa penyetopan itu amat merugikan petani rotan yang tak bisa menjual rotan keluar negeri. Sementara daya serap dalam negeri sangat lemah.

Kalau petani tak bisa menjual hasil produknya di dalam negeri, lantas mau dibawa kemana rotannya ? Tak cuma petani rotan mati mata pencahariannya, para pengepul dan semua pihak terkait dengan industri rotan, juga akan bernasib sama. Jumlah mereka tak sedikit, tersebar di Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, Nusa Tenggara dan kepulauan lain.

Asmindo Jawa Tengah mengingatkan Menteri, sebelum memberlakukan suatu kebijakan, agar melibatkan pihak-pihak terkait seperti Asmindo misalnya. Sehingga didapat in-put, guna mencegah distorsi yang fatal. “Sebelum kran ekspor benar-benar ditutup, seyogyanya dibentuk “badan penyangga rotan”, sehingga tak ada pihak dirugikan”, usul Anggoro.

Baiknya Kementerian Perdagangan lebih dulu memberi spasi berupa masa transisi pada para petani, guna menghabiskan rotan-rotan miliknya. Lebih bagus kalau pemerintah mau membeli. Anggoro menghargai bahkan mendukung niat bagus pemerintah, dalam upaya memproteksi industri hilir rotan. Tetapi jangan dengan cara membunuh industri hilir, itu tidak adil. (amary)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS