Jelang 2012

Oleh: Fauzi Aziz

Ilustrasi

Ilustrasi

KITA selalu mempunyai tradisi jelang pergantian tahun menyelenggarakan berbagai aktivitas. Dari yang hanya sekedar berhura-hura sampai yang serius banget, misal membuat evaluasi kinerja tahun berjalan dan proyeksi kinerja tahun berikutnya. Siapapun berhak melakukannya karena tujuannya baik.

Yang bersifat hura-hura tidak dibahas dalam pencerahan ini, tapi yang terkait dengan soal hasil mari kita telah bersama. Sebuah hasil dinilai baik atau kurang baik atau bahkan tidak baik siapa yang berhak memberikan penilaian? Lazimnya dilakukan oleh pemberi nilai. Di sekolah dilakukan oleh guru/dosen. Tidak ada nilai itu dinilai sendiri oleh si murid yang bersangkutan.

Demikian pula di sebuah permainan atau pertunjukan musik misalnya atau pertandingan olahraga, yang menyatakan bahwa permainan itu baik/menarik pasti bukan para pemainnya yang menyatakan dan pastinya bisa para penonton, atau pelatihnya. Tidak fair bahkan bisa tidak obyektif kalau sebuah hasil yang menyatakan baik atau tidak baik itu adalah dirinya sendiri.

Tapi kalau penilaian itu dilakukan oleh pihak lain, diharapkan obyektifitasnya dapat lebih bisa dijamin sepanjang populasinya sebagai dasar untuk membuat ukuran memenuhi syarat. Jasmani dan rohani kita bisa dibilang sehat jika dokter yang menyatakannya.

Demikian pula kalau mobil kita rusak yang bisa mengatakan rusak atau tidak adalah montir/bengkel. Dengan contoh-contoh yang demikian maka kalau kita ingin menyampaikan segala sesuatu yang berkait dengan hasil kerja kita disepanjang waktu tertentu (3 bulanan, semeteran atau tahunan) sebaiknya tidak dibuat dan dinyatakan oleh kita sendiri.

Sebaiknya dilakukan oleh pihak lain supaya lebih fair dan obyektif. Kalau yang melakukannya kita sendiri bisa muncul tudingan macam-macam dan bisa menimbulkan ketidak percayaan. Jelang pergantian tahun 2011 ke tahun 2012 alangkah bijaksananya kalau momen ini kita gunakan sebagai tahun untuk melatih kejujuran kita bersama.

Kita dorong para stakeholders bangsa dan negara ini kita berikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk memberikan evaluasi dan penilaian yang obyektif, fair dan tulus, tidak ada konflik kepentingan menyampaikan pendapatnya tentang hasil yang telah dicapai oleh bangsa dan negara ini di berbagai bidang kehidupan dengan menggunakan para meter yang secara akademis dapat dipertanggung jawabkan.

Penilaian tersebut bisa menyangkut aspek sosial, ekonomi, hukum, politik, budaya dan pertahanan keamanan. Kita harapkan lembaga perguruan tinggi kita berikan kesempatan pertama untuk melakukannya. Dengan kapasitas dan kemampuan yang dimilikinya rasanya cukup proper untuk melaksanakan tugas ini. Hasilnya wajib disampaikan kepada pemerintah dan lembaga tinggi negara yang lain dan hasil tersebut di dalamnya juga mengandung konten yang bersifat hal-hal korektif dan rekomendasi yang dapat dikerjakan untuk keperluan tahun berikutnya.

Setelah disampaikan ke pemerintah dan lembaga tinggi negara, maka informasi tersebut dapat direlease keranah publik. Mekanisme cek and balance semacam ini barangkali yang harus dapat kita mulai penerapannya dalam negara yang demokratis di mana masyarakat juga memperoleh hak dengan cara yang baik menyampaikan pandangannya.

Dengan penuh kearifan para penerima hasil penilaian evaluasi(dalam hal ini pemerintah dan lembaga tinggi negara) tidak ada alasan untuk marah dan tersinggung karena hasil kerjanya yang diberikan evaluasi dan penilaian mencakup dari yang bernilai baik, kurang baik dan tidak baik. Yang kurang baik dan tidak baik harus diperbaiki supaya pada tahun berikutnya menjadi baik. Begitu sterusnya kita lakukan.

Sistem dan mekanisme semacam ini diawal saja barangkali membuat tidak nyaman bagi yang dievaluasi, tapi lama kelamaan akan kulino dan pada akhirnya akan menjadi enak dan nyaman bagi semua pihak. Jujur saja disampaikan bahwa di negeri ini belum ada lembaga yang tugasnya secara khusus untuk membuat evaluasi dan penilaian atas suatu kinerja. Disistem ketata negaraan yang ada adalah hanya lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Di masing-masing lembaga tersebut yang ada hanyalah fungsi/lembaga perencanaan dan pengawasan, belum ada lembaga yang bertanggungjawab atas pembuatan evaluasi dan penilaian hasil kerja. Karena itu, perlu ada lembaga yang menangani secara khusus bidang evaluasi dan penilaian kinerja di lingkungan pemerintah yang bertanggungjawab kepada presiden.

Sementara belum ada, kita tugaskan saja konsorsium perguruan tinggi untuk melaksanakan tugas-tugas dimaksud. Yakinlah hasilnya pasti bagus dan karena itu patut kita mulai. Yang sumber informasi dan datanya dapat terpercaya dan dapat dipertanggung jawabkan. Tahun ini mungkin belum bisa dilakukan, tapi tahun 2012 dan di tahun-tahun berikutnya sistem dan mekanisme evaluasi dan penilaian kinerja yang indpenden sudah selayaknya dapat diterapkan di negeri ini.

Kita kan selama ini juga sudah familier menggunakan hasil penilaian kinerja yang dibuat oleh bank dunia, bank pembangunan asia, IMF dan lembaga rating internasional tentang kinerja perekonomian dan kita bangga dan suka menggunakan evaluasinya sebagai dasar untuk membuat perencanaan kebijakan.***

Berita Terkait

Komentar

Komentar