Jelang Ramadhan, Kendalikan Harga Sembako

Sembako

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Seringkali para pedagang dan spekulan menaikkan harga-harga sembako demi meraup keuntungan pribadi. Apalagi, menjelang datangnya bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri.

Makanya menjelang bulan suci Ramadhan 1436 Hijriyah, pemerintah diharapkan melakukan intervensi pasar secara serius terhadap harga sembilan bahan pokok (sembako). Para pedagang diimbau tidak memanfaatkan situasi semata-mata mengambil keuntungan besar. Hal itu diungkapkan Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), A Muhaimin Iskandar pada wartawan di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, intervensi pemerintah diperlukan demi mengendalikan harga-harga sembako di pasar-pasar tradisional. “Pemerintah perlu terjun langsung melakukan pengawasan mengendalikan harga-harga yang biasanya naik menjelang bulan puasa dan Idul Fitri. Pemerintah juga perlu melakukan intervensi agar dapat menstabilkan harga di pasar-pasar tradisional,” kata petinggi koalisi partai berkuasa itu.

Selain itu, lanjut Cak Imin, pemerintah bisa menjamin ketersediaan stok sembako dan stok pangan lainnya cukup memenuhi kebutuhan di bulan Ramadhan dan Idul Fitri mendatang.

“Tindakan antisipasif menjadi langkah bijaksana, misalnya melakukan penyesuaian produksi dengan konsumsi sembako menjelang bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri. Ketersediaan harus dijamin dan jangan sampai terjadi kelangkaan sembako dan kebutuhan pangan lainnya,” imbuhnya.

Menurut dia, kebijakan operasi pasar patut dilakukan serentak, simultan dan antisipasif. Hal ini dilakukan mencegah permainan harga para spekulan yang tidak bertanggung jawab. “Tidak jarang para spekulan memainkan harga-harga di luar batas kewajaran dan itu dilakukan untuk mengambil keuntungan besar demi kepentingan pribadi,” bebernya.

Cak Imin berharap, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan dan Bulog secara bersama-sama harus mengawasi secara intensif distribusi kebutuhan sembako dari para petani ke distributor dan dari distributor ke pasar-pasar tradisional, agar tidak terjadi penyimpangan dan penimbunan oleh spekulan yang tidak bertanggung jawab. (ril/sabar)

Berita Terkait