Jenderal Ferdy Sambo Didesak Mundur dari Kasatgassus, Mengganggu Pengusutan Matinya Brigpol Yosua

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Selain menjadi Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo juga memiliki jabatan penting lainnya. Ia ternyata menjabat sebagai pimpinan Satgas Khusus (Satgassus) di Polri.

Irjen Ferdy Sambo pun kembali didesak untuk dinonaktifkan dari jabatannya tersebut. Desakan itu diungkapkan Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid.

Hal itu diungkapkan Usman Hamid saat menggelar konferensi pers di kantor ICW, Jakarta, Kamis (28/7).

Usman Hamid kemudian mengungkapkan alasannya mengapa Irjen Ferdy juga harus dinonaktifkan sebagai pimpinan Satgas Khusus.

Ia menyebut, jabatan Ferdy Sambo di Satgassus ini bisa mengganggu proses penyidikan kasus meninggalnya Brigadir J.

Dikatakannya, beberapa anggota Satgassus masuk dalam tim-tim penyidik kasus tewasnya Brigadir J.

Menurutnya, jika Ferdy Sambo belum dinonaktifkan sebagai pemimpin Satgas Khusus tersebut, ada potensi konflik kepentingan dalam pengusutan kasus yang menyita perhatian publik ini.

“Ada potensi konflik kepentingan jika masih menjabat sebagai Kepala Satgassus,” kata Usman Hamid.

Usman pun meminta kepolisian menjelaskan ulang posisi Ferdy Sambo dalam Satgassus. Bila masih menjabat posisi penting itu, ia meminta agar turut dinonaktifkan.

“Kalau masih menjabat, tentu perlu tindakan lebih jauh yaitu penonaktifan,” tandasnya.(sabar)

 

 

 

Berita Terkait