Jepang-RI Kembangkan Tiga Sektor Industri Manufaktur

BINTANG JASA-    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mewakili Pemerintah Indonesia memberikan Bintang Jasa Utama kepada President of Institute of Developing Economics/IDE-JETRO Prof. Takashi Shiraishi di Tokyo, 17 Oktober 2017.-tubasmedia.com/ist

TOKYO, (tubasmedia.com) – Kementerian Perindustrian fokus mendorong para pelaku industri Jepang skala menengah untuk terus berinvestasi di Indonesia.

Terdapat tiga sektor manufaktur yang berpotensi dikembangkan bersama oleh kedua negara saat ini, yaitu industri otomotif, elektronika, serta makanan dan minuman.

“Selama ini kan yang masuk big player. Yang menengah lebih berisiko tinggi, tetapi kalau hanya bermain di Jepang, ekonominya stagnan. Jadi mereka harus melihat ekonomi yang bergerak, salah satunya di Indonesia,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seusai memberikan keynote speech pada acara Indonesia Investment Business Forum 2017 (IIBF) di Tokyo, Jepang, Selasa (17/10).

Pada forum bisnis yang dihadiri sebanyak 500 pengusaha Jepang ini, Menperin menyampaikan, pihaknya telah memfasilitasi pembangunan kawasan industri untuk menampung para investor asal Negeri Sakura tersebut.

“Kami akan mendorong mereka agar masuk ke kawasan industri baru. Sehingga mereka bisa langsung investasi, karena adanya kemudahan perizinan,” tuturnya.

Di IIBF ini, para pengelola kawasan industri di Indonesia juga turut hadir, yang diharapkan sejumlah investor Jepang bisa langsung bertanya mengenai harga lahan dan ketersediaan fasilitasnya.

“Pengelola kawasan yang hadir ini semua sudah siap. Kalau pengusaha Jepang mau investasi, mereka tinggal masuk, bayar, dan dapat pelayanan izin tiga jam,” sebut Airlangga.

Para investor pun akan difasilitasi untuk mendapatkan insentif pajak, yang tergantung dengan jumlah nilai investasinya. “Kalau nilainya besar langsung diberikan, tetapi untuk yang skala menengah akan diberikan apabila berorientasi ekspor dan padat karya,” imbuhnya.

Menperin mengungkapkan, hingga saat ini sebanyak 1.800 perusahaan Jepang telah memiliki kemitraan di Indonesia. Momentum ini perlu dijaga dan ditingkatkan guna memacu pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat kedua negara.

“Hubungan kerja sama ekonomi bilateral telah terjalin lebih dari setengah abad, dan selama itu pula, Jepang turut berperan mendorong pembangunan ekonomi Indonesia. Jepang juga berkontribusi dalam bidang perdagangan, investasi, dan kerja sama teknik khususnya sektor industri di Indonesia,” paparnya.(ril/sabar)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar