Jika Gadget Sudah Menjadi Addiction….

SERPONG, (tubasmedia.com) – Tidak dapat dipungkiri, kehadiran gadget (alat komunikasi modern) di tengah anak-anak usia sekolah, khususnya kaum remaja, sangat rentan untuk hal-hal yang negatif, apalagi tingkat kecanduannya (addiction) sudah sangat tinggi.

Dalam kaitan itu Yayasan Athalia menyelenggara diskusi setengah hari, Sabtu 16 Maret 2019. Diskusi berthema ‘’Addiction Terhadap Gadget’’ itu menampilkan pembicara tunggal Ketua Yayasan Athalia, Charlote Priatna di gedung sekolah milik yayasan di kawasan Melati Mas, BSD Serpong.

Selama tingkat kecanduan anak-anak terhadap permainan di gadget masih bisa dikontrol, keadaannya belum sampai pada mencemaskan. Namun jika tingkat addiction sudah berada pada posisi tinggi, para orang tua wajib melakukan pendekatan kepada anak-anak sebab akan menimbulkan hal-hal yang tidak kita ingini.

Kegilaan anak-anak terhadap pemainan gadget katanya  sudah menjadikan kehidupan ini tidak lagi human atau tidak manusiawai. Pasalnya si pengguna gadget sudah terpikat kemudian terjerat seterusnya terikat.

Sebagian besar anak-anak usia sekolah sudah menjadikan gadget  segala-galanya bagi kehidupannya sehingga untuk belajar tidak ada lagi gairah, makan juga demikian, pokoknya gadget harus selalu menempel di tangan.

Salah satu penyebab kecanduan atau addiction bagi gadget menurut Charlote adalah hilangnya keintiman antara anak dengan orangtua. Orang tua, baik ayah maupun ibu sudah sibuk dengan kegiatan sehari-hari sementara untuk mengasuk anak-anaknya diserahkan sepenuhnya kepada pembantu rumah tangga dan agar anak-anak dapat tenang berada di rumah selama ditinggal, orangtua tidak segan-segan memperlengkapi seluruh putra putrinya masing-masing satu gadget tanpa ada pengawasan.

Orang tua lupa kalau manusia itu tidak bisa hidup seorang diri, termasuk anak-anak. Maka ketika kedua orang tuanya sibuk di luar rumah dan pulang ke rumah bisa sampai larut malam, maka anak-anak mencari lawan bicaranya melalui gadget.

Untuk itu, guna mencegah kecanduan anak-anak terhadap gadget, ada baiknya keintiman di rumah tangga segera dipulihkan. Selain itu, anak-anak pengguna gadget harus diberi waktu yang sebanding, misalnya jika untuk main gadget dihabiskan waktu sampai satu jam, si anak harus berhenti dan ganti kegiatan dengan belajar satu jam pula.

Jangan biarkan anak itu berada pada kekosongan, janghan biarkan kepribadiannya melemah dan harga diri anak-anak juga perlu ditempatkan pada posisi yang maksimal. (sabar)

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar