Jokowi: Indonesia Tidak Sekedar Pasar Bagi Negara Lain

Presiden RI Joko Widodo memberikan presentasi pada acara APEC CEO Summit, Beijing.

Presiden RI Joko Widodo memberikan presentasi pada acara APEC CEO Summit, Beijing.

BEIJING, (tubasmedia.com) – Selama ini kesan yang tersiar adalah Indonesia telah dijadikan negara-negara lain sebagai tujuan pasar untuk menjual barang dagangannya. Pasalnya, Indonesia teramat potensial dijadikan pasara karena penduduknya 260 juta jiwa.

Seiring dengan itu, produk olahan di Indonesia kalah bersaing, baik mutu mau pun harga sehingga yang diserbu masyarakat adalah barang-barang impor. Di samping bangga mendapat barang impor, juga harganya relatif lebih murah.

Namun oleh Presiden RI Joko Widodo saat pidato di hadapan 1.500-an CEO Asia Pasifik (APEC) mengatakan Indonesia tidak ingin menjadi sekadar pasar bagi kepentingan ekonomi negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Tiongkok.

Jokowi menyebutkan, Indonesia belum akan memasuki baik Kemitraan Trans Pasifik (Trans-Pacific Partnership/TPP) mau pun Kawasan Perdagangan Bebas Asia Pasifik (Free Trade Area Asia Pacific/FTAAP) sampai integrasi ekonomi keduanya memberikan manfaat nyata bagi Indonesia.

“Saya kira, kita belum akan masuk ke sana, kita harus kalkulasi lagi produk-produk apa saja yang bisa dipasarkan dalam integrasi ekonomi kawasan itu, dan menguntungkan rakyat,” kata Presiden yang biasa disapa Jokowi itu, seusai rangkaian pertemuan bilateralnya dengan pemimpin ekonomi APEC di Beijing, Senin (10/11/2014) malam.

Pertemuan APEC di Beijing 5-12 November di Tiongkok mendorong kesepakatan pemberlakuan FTAAP pada 2025 yang didahului studi kelayakan pada 2015-2016. (sabar)

Berita Terkait