Jokowi Jangan Alergi Impor Benih

161014-nas3-

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Pemerintahan baru Joko Widodo-Jusuf Kalla diharapkan Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Bungaran Saragi tidak alergi terhadap impor pengadaan benih yang berkualitas untuk mencapai kedaulatan pangan. Ada dua pilihan yang tersedia yaitu mengimpor benih saat terpaksa atau mengembangkan industri benih di dalam negeri dengan bantuan asing.

“Jika memang terpaksa, impor benih tidak ada masalah atau langsung panggil pengusaha asing untuk mengembangkan benih,” katanya di Jakarta, Selasa (14/10).

Selama ini, tambah mantan Menteri Pertanian itu, kedaulatan pangan acap kali dilihat sebagai suatu keadaan di mana tercapai swasembada tanpa impor. Hal tersebut hampir mustahil terjadi dan sulit dihindarkan, mengingat masih sulitnya mendapatkan komoditas tertentu yang tidak bisa dihasilkan di dalam negeri.

Secara perlahan substitusi impor benih harus tercipta, yaitu menguasai teknologi dan manajemen perusahaan benih asing sehingga dengan sumber daya dan teknologi yang sudah dikuasai dapat menciptakan sendiri benih yang diharapkan. “Kita tidak perlu alergi impor kalau memang kita belum bisa menciptakan sendiri,” kata Bungaran.

Produsen benih yang juga Sekjen Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Abdul Hamid menegaskan keberhasilan kedaulatan pangan harus dimulai dari penyediaan benih, fokus cara tanam, cara pengolahan dan cara penjualan. “Saya setuju kita tidak bisa sendiri dalam benih. Kita harus bekerjasama karena keberhasilan kedaulatan pangan dimulai dari benih. Kita tidak boleh anti importasi,” ujarnya.

Ladang selada di Lembang, Bandung yang lima tahun lalu untuk menunjang kebutuhan dalam negeri dan ekspor ke Singapura, saat ladang selada tersebut tidak berproduksi karena tidak adanya ketersediaan benih. (sis)

Berita Terkait

Komentar

Komentar