Jokowi Perintahkan, Pengembangan Industri Mobil Listrik Harus Dipercepat

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bicara soal kendaraan listrik. Menurut Jokowi, mobil listrik merupakan teknologi yang harus diakselerasi.

Indonesia saat ini tengah menuju era elektrifikasi kendaraan. Kini, kendaraan elektrifikasi sudah banyak beredar, mulai dari mobil hybrid, plug-in hybrid hingga mobil listrik berbasis baterai. Motor listrik pun tak ketinggalan.

“Transformasi menuju green technology juga perlu dilakukan. Teknologi hijau, product hijau, ke depan ekonomi hijau akan menjadi tumpuan kita, karena kita memiliki potensi dan kekuatan di sini,” kata Jokowi dalam sambutannya saat membuka IIMS Hybrid 2021 dari Istana Negara, Jakarta, seperti ditayangkan langsung di YouTube IIMS, Kamis (15/4/2021).

‘’Menuju teknologi hijau, penggunaan energi terbarukan harus terus dilanjutkan,’’ kata Jokowi. Itu termasuk bahan bakar biosolar B30 hingga B100, serta kendaraan listrik.

“Pengembangan industri mobil listrik ini juga harus dipercepat. Dan kita harapkan menjadi salah satu industri unggulan negara kita,” ucapnya.

Pemerintah sendiri sudah menyiapkan regulasi terkait kendaraan listrik. Regulasi yang dimaksud antara lain, Peraturan Presiden (Perpres) 55 tahun 2019 tentang percepatan KBL-BB untuk transportasi jalan.

Selain itu, Pemerintah sudah mengeluarkan aturan pengenaan pajak barang mewah baru untuk kendaraan bermotor. PPnBM kendaraan bermotor yang sebelumnya ditentukan melalui kapasitas mesin mobil, kini akan dihitung berdasarkan emisi yang dikeluarkan mobil.

Aturan itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 73 tahun 2019 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan Atas Barang Mewah.

Sementara itu, Jokowi menyebut industri otomotif menjadi prioritas untuk ditumbuhkan investasinya. Pemerintah terus berupaya meningkatkan iklim investasi.

“Kita sudah menetapkan undang-undang cipta kerja. Kita juga sekarang sudah memiliki lembaga pengelola investasi, yang ini kita harapkan akan memberikan banyak kemudahan dan kepastian bagi para investor untuk membangun usaha produktif di negara kita,” katanya.(sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar