Judi Togel Kembali Marak di Tasikmalaya

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

TASIKMALAYA, (Tubas) – Sejumlah tokoh masyarakat Tasikmalaya resah dan menghimbau pihak Polda Jawa Barat, menindak tegas para bandar judi Togel (Singapura) yang beroperasi di wilayah hukum Kota Santeri Tasikmalaya.

Menurut pemantauan tubasmedia.com, praktek judi gelap berupa Togel yang mengekor undian Judi Singapura, judi Hongkong dan undian togel Jaya, yang beromzet puluhan juta rupiah/minggu, sudah berjalan cukup lama di Tasikmalaya.

Merebaknya judi buntut Togel gelap, membuat para tokoh masyarakat di Tasikmalaya resah karena pihak berwajib seolah-olah tutup mata dengan munculnya peredaran judi togel di Kab/Kota Tasikmalaya.

Para tokoh agama di Tasikmalaya mendesak pihak Kepolisian Polda Jawa Barat, khususnya pihak Polisian Tasikmalaya untuk menumpas praktek perjudian di Kota Santeri Tasikmalaya itu.

Praktek perjudian Togel di Kota Santeri Tasikmalaya diduga digerakkan para bandar muka lama, seperti Radja Budak (RB) yang dikenal sudah malang melintang dalam dunia hitam di Jawa Barat.

Judi Togel yang diduga dikelola RB sangat rapi, para pengedar kupon putih (Togel) mencari pemasangnya dengan cara door to door, di kalangan masyarakat berekonomi menengah ke bawah, seperti tukang becak, pedagang asongan dan pedagang kaki lima lainnya.

Para pengedar setiap pukul 15.00 Wib (sore) menyetor rekap, hasil penjualan togel ke RB di Paturaman no 45 Kota Tasikmalaya dan akan dibuka sekitar pukul 18.00 sore, dengan mengekor ke undian Singapura, Hongkong dan togel Jaya.

Apabila pemasang beruntung, dapat menebak dua angka Rp 1000 akan mendapat hadiah uang Rp 55.000, dapat menebak tiga angka Rp 600.000 dan dapat menebak empat angka Rp 1.750.000. Seperti dialami Yn warga Kota Tasikmalaya baru-baru ini, ia bernasib mujur, menang buntut, berhasil menebak dua angka nomor 31, mendapat uang Rp 55.000.

Sementara, pengedar togel berinisial Rk pada tubasmedia.com menyebutkan, sejak dibukanya perjudian togel di Tasikmalaya, ia setiap harinya mendapat omzet sekitar Rp 500.000 di wilayah Cihideung Kota Tasikmalaya.

Para pemasang kupon putih cukup menyebutkan nomor (angka) yang dibeli dengan barang bukti asal-asalan. Ada yang ditulis dengan bekas bungkus (cangkang) rokok dan juga ada yang memesan cukup hanya menyebutkan nomor saja, kata Rk.

Sementara tokoh masyarakat Tasikmalaya, mantan anggota DPR/MPR RI, H. Djadja ketika diminta tanggapanya mengenai merebaknya peredaran togel di Kota Santeri Tasikmalaya tidak banyak komentar, hanya geleng-geleng kepala dan mengatakan, peredaran togel di Tasikmalaya sudah mencederai julukan Tasikmalaya Kota Santeri dan bandarnya harus ditindak. (hakri miko)

Topik :

Berita Terkait

Komentar

Komentar