Kabupaten Bima Gelar Kesenian Weha Oi Niwa

Laporan: Redaksi

Anjungan Nusa Tenggara Barat di TMII

Anjungan Nusa Tenggara Barat di TMII

JAKARTA, (Tubas) – Dalam rangka promosi budaya dan pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Bima, Anjungan Nusa Tenggara Barat (ANTB) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), pekan lalu, menggelar kesenian daerah dengan tajuk Weha Oi Niwa (WON).

Sutradara M. Saad Bima menjelaskan cerita WON merupakan cerita Cinta La Fare, kisah cinta anak gadis remaja yang terhimpit jiwanya, dan dia ingin seperti gadis lain yang bebas menikmati masa remajanya. “Ini menggambarkan cinta itu semanis madu juga sebagai dambaan semua insan. Cinta kadang sangat menyakitkan dan membuat kita gila. Nafsu dan kesombongan adalah bumbu intrik untuk memaksa merampas sebuah cinta yang terlarang,” jelasnya pada tubasmedia.com di ANTB, baru-baru ini.

Sayang ruang geraknya sangat sempit, dia tak dapat kemerdekaan dunia remaja karena sang ayah yang otoriter. Hari-harinya murung gundah gulana sedih yang berkepanjangan. Beruntung kehadiran seorang sahabat bisa menghibur saat La Fare sedih. Mereka bisa tertawa bersama bermain sambil menari, begitu berarti punya sahabat.

“La Fare” yang mempunyai mata lentik dan leher panjang membuat dia mempesona sehingga membuat laki-laki berlomba-lomba ingin segera meminangnya. Dengan kilauan emas merekah siap dipetik untuk dipersunting, cintanya diperebutkan oleh tiga lelaki hidung belang. Malapetaka akhirnya datang, tiga lelaki tua, muda, mulai berseteru, sama hati sama rasa ingin menjadikan La Fare menjadi istri mereka.

Agar situasi tidak memanas dan perang saudara tidak terjadi, keadilan ditegakkan siapa saja yang mau mempersunting La Fare harus mengikuti sayembara sederhana di bulan purnama sebelum ramadhan tiba.

Siapapun kalian pergi dan ambillah OI NIWA (madu) dalam hutan rimba, bila di antara kalian dapatkan madu beserta sarangnya datang dan serahkan madu itu padaku, seperti aku menyerahkan anakku La Fare untuk kau nikahi, nikmati cinta semanis madu.

Kepala ANTB TMII, Sahrir Rohman, S.Sos. menambahkan, acara ini merupakan agenda tahunan yang selalu diselenggaran dari daerah Kabupaten Bima. Selain pagelaran kesenian juga didukung industri perdagangan yang akan memamerkan produk-produk unggulan daerah antara lain dengan memamerkan kerajinan lukisan, penjualan madu asli Bima, produk makanan khas serta kerajinan tangan. (gunawan)

Topik :

Berita Terkait

Komentar

Komentar