Kamerad Desak KPK Usut Kasus yang Melibatkan SBY dan Ibas

ibas

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Puluhan massa Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad) melakukan aksi unjuk rasa di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (16/11).

Mereka meminta lembaga antirasuah menelisik lagi kasus-kasus yang diduga melibatkan mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono dan keluarga Cikeas.

“Mungkin dorongan mahasiswa dan pemuda kali ini sebagai agen of change bisa menggugah lembaga antirasuah di era kepemimpinan Jokowi-JK,” kata Presidium Kamerad, Haris Pertama di lokasi.

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin pernah menyebutkan ada uang hasil proyek alat kesehatan yang dimenangkan Permai Group yang diduga diserahkan kepada Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

Haris juga meminta KPK untuk tidak diam dan bergerak menyelidiki “nyanyian” tersebut.

“Nama Ibas kembali disebut-sebut dalam setiap kesaksian Nazaruddin terkait kasus korupsi. Setelah Hambalang, ada SKK Migas kini kasus pengadaan alat kesehatan di rumah sakit khusus Universitas Udayana. Namun setelah beberapa kesaksian yang menyebut namanya, mengapa hingga kini KPK belum kunjung membuat gebrakan,” tegasnya.

Kasus lain yang disinggung Haris adalah kasus mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Salah seorang saksi, yakni Sutan Bhatoegana bahkan mengaku pernah dilobi utusan Ibas terkait proyek di sebuah Hotel mewah dibilangan Jakarta Selatan.

“Kami juga menagih janji KPK untuk mengusut tuntas 34 proyek listrik yang mangkrak yang pengerjaannya dimulai di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY),” sambungnya.

Dia juga berharap Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tidak tinggal diam dan membantu untuk mempercepat kerja KPK.

“KPK harus bekerja cepat jangan disimpan begitu saja tanpa tindaklanjuti, seharusnya KPK jadi tangan pertama yang berani mencontohkan bahwa hukum tak pandang bulu, siapapun ia dan apapun jabatannya akan tetap ditindak jika ada bukti-bukti terkait,” demikian Haris. (red)

Berita Terkait

Komentar

Komentar