Kapolri Khianati Perjuangan

Laporan: Redaksi

Johnson Panjaitan

Johnson Panjaitan

YOGYAKARTA, (Tubas) – Apa yang dilakukan Kapolri sebagai pimpinan tertinggi POLRI yang mau menerima remah-remah dari PT Freeport dan mengumumkan secara resmi di media, menunjukkan seolah-olah institusi kepolisian adalah institusi miskin.

“Ini menurut saya sesuatu yang menghianati apa yang diperjuangkan dan didukung oleh rakyat dan oleh kami Advokat,” tegas Johnson Panjaitan, Sekjen Asosiasi Advokat indonesia (AAI) di Yogyakarta kepada menjawab tubasmedia.com, usai menghadiri pelantikan pengurus AAI tingkat DPD, Sabtu pekan silam.

Menganalisa pemimpin bangsa ini Johnson menilai, saat ini bangsa ini kehilangan kepemimpinan. “Kalau kepemimpinan sudah hilang maka kepahlawananpun juga hilang. Sekarang Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang berani berkorban, itu yang tidak ada di bangsa ini.

Di level pemerintahan maupun level penegak hukum tidak ada yang sungguh – sungguh bisa membawa negara ini menjadi negara hukum yang baik sebagaimana yang dicita-citakan oleh para pahlawan para pendiri negara ini,” katanya sambil menegaskan kalau saat ini situasinya tambah semakin buruk seperti apa yang dialami Polisi dengan remah – remah freeport padahal anggaran dan gaji sudah dinaikkan.

Kita selaku masyarakat, lanjutnya bahkan sebagai advokat menginginkan polisi yang mandiri, polisi yang berwibawa maka dengan begitu kita punya pahlawan kalau tidak apa yang sudah diupayakan terus menerus dan bersama-sama bukannya tambah baik malah bertambah buruk.

“Kita tahu semua, polisi dan jaksa itu banyak mafianya maka itu kita bikin KPK. Saya kira kita tidak boleh berhenti dan terus akan berjuang. AAI juga akan mengkonsolidasikan seluruh kekuatannya untuk melawan para mafia ini sehingga kita bisa membenahi polisi dan jaksa serta aparatpenegak hukum lain untuk ini dibutuhkan kerjasama semua elemen masyarakat,” jelasnya sambil menegaskan, reformasi yang paling bagus itu dimulai dari pemimpin termasuk pemimpin penegak hukum dan pemerintahan. (irwan)

Berita Terkait

Komentar

Komentar