Karya Indonesia, dari Rakyat oleh Rakyat untuk Rakyat

Oleh: Fauzi Aziz

ilustrasi

ilustrasi

KARYA Indonesia adalah proses kreatif dan inovatif. Karya Indonesia adalah proses budaya, berkaitan dengan proses yang sinambung antara cipta, karya, karsa dan rasa. Proses semacam itu akan memotivasi dan senantiasa akan selalu memberikan inspirasi kepada siapa saja untuk mengabdi secara produktif guna menghasilkan karya yang bernilai tambah untuk sebuah peradaban.

Karya yang mendatangkan manfaat bagi orang lain. Karya yang memiliki efek pengganda luas sehingga tidak ada lagi orang malas, ogah-ogahan dan hanya bisa membuat onar, gaduh dan gejolak sosial yang bersifat destruktif. Karya Indonesia yang kita harapkan adalah yang bisa mengentaskan kebodohan, kemiskinan dan pengangguran.

Karya Indonesia semangatnya ada di UUD 1945 apakah di pembukaan maupun di batang tubuh meskipun secara eksplisit tidak dituliskan. Semangat dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat adalah makna azasi dari demokrasi. Azas ini memberikan ruang yang amat luas bagi pengembangan kreatifitas masyarakat untuk terus berkarya karena adanya faktor nilai kebebasan dan kemerdekaan individu yang dijamin secara konsttusional.

Karya Indonesia itu sangat penting. Amat bodoh, naif dan hanya membuang-buang ongkos saja kalau karya yang kita gunakan sehari-hari adalah karya bangsa lain. Padahal sejatinya kita mampu menghasilkan sendiri karya tersebut dan lebih baik dalam segala aspeknya.

Bangsa ini dilahirkan untuk berkaya agar bisa hidup mandiri dan tidak tergantung bangsa lain. Rakyat yang berkarya, yang bisa menggunakan karya untuk memenuhi kebutuhan hajat hidupnya dan rakyat yang lain, mengajak rakyat yang lain untuk ikut menggunakan karya dan mengajaknya juga untuk bisa ikut menghasilkan karya, adalah proses dinamis dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang akan menjadikan Karya Indonesia berhasil menjadi tuan di negerinya sendiri.

Oleh sebab itu, mari kita bersama-sama berfikir ulang dan melalui proses budaya dan ilmiah mengkaji ulang untuk menentukan pilihan. Pertama, mana yang lebih baik memenuhi seluruh kebutuhan hidup kita bergantung pada karya bangsa lain atau lebih baik kalau kebutuhan itu dipenuhi dari produk karya putra-putri bangsa kita sendiri. Kedua, lebih memilih mana antara Indonesia yang mandiri atau Indonesia yang secara politik, ekonomi, sosial dan budaya dikolonisasi terus menerus oleh bangsa lain yang akibatnya lambat laun dapat “membangkrutkan” negeri kita.

Kedua pilihan itu, kalau semangat nasionalisme bangsa ini kuat, jawaban yang kita pilih adalah tidak mau bergantung terhadap bangsa lain dan kita ingin mandiri dan tidak rela dikolonisasi dengan alasan apapun oleh bangsa lain. Sekarang ini kita sepertinya sedang dipersimpangan jalan ketika globalisasi melanda dunia dan perdagangan bebas menjadi mesin penggeraknya.

Kita masih dihadapkan pada posisi pro kontra mengenai hal tersebut. Tapi menurut hemat penulis, kita tidak perlu merasa berada di persimbangan jalan. Kita hanya ada di satu jalan, yakni jalan rata yang akan membawa Indonesia menjadi lebih diperhitungkan oleh masyarakat dunia karena di dalam negeri, bangsa ini solid, pasar dalam negerinya berproses sangat dinamis karena pasarnya hampir 90% lebih diisi produk karya Indonesia.

Karya Indonesia benar-benar menjadi tuan di negeri sendiri. Karya Indonesia benar-benar mendapatkan tempat di hati rakyatnya. Dipuja dan dipuji oleh seluruh rakyat dan mereka berlomba-lomba untuk selalu mencari dan membeli produk karya Indonesia yang bermutu.

Jepang dan Korsel menjadi bangsa dan negara yang kuat ekonominya karena mereka pada awal pembangunan ekonominya berhasil melaksanakan prinsip karya itu adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

Jarang masyarakat di Tokyo dan kota besar lainnya di Jepang memakai sepatu buatan Itali atau mobil BMW atau Mercedes. Mereka hanya memakai Toyota, Honda dll. Begitu pula di Korsel kita akan sulit menemukan masyarakat menggunakan mobil buatan Eropa atau Jepang. Mereka hanya berkendara dengan Hyundai, KIA, Daewo dll.

Kekuatan dalam negerinya yang menggerakkan kedua negara menjadi adidaya ekonomi di dunia saat ini. Secara geo politik dan geo ekonomi, Indonesia sudah memiliki modalitasnya untuk menjadi digdaya di masa depan. Strateginya harus kita mulai dari dalam dengan cara merajut seluruh sumber daya yang dimilki bangsa ini.

Karya Indonesinya harus berputar cepat dan tersikulasi secara efisien dipasar dalam negeri.Inilah Karya Indonesia yang adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Semangat untuk terus berkarya demi Karya Indonesia yang berkualitas. ***

Berita Terkait

Komentar

Komentar