Kasihan AHY, Karirnya Rusak di Tangan SBY

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Tokoh NU sekaligus staf akademik di Monash Law School, Australia, Nadirsyah Hosen (Gus Nadir) turut menanggapi manuver politik Partai Demokrat.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut ia sampaikan melalui akun Twitter @na_dirs yang diunggah pada Rabu (25/7/2018).

Menurut Gus Nadir, koalisi Partai Demokrat dengan kubu mana pun akan mentok jika tawarannya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres.

Gus Nadir mengatakan, jika usaha Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mempercepat proses pematangan diri AHY justru membahayakan nasib dan karier AHY.

Ia pun merasa kasihan dengan AHY yang tidak akan tumbuh dengan kuat.

 

“Koalisi PD dengan kubu manapun (Prabowo atau Jokowi) akan mentok kalau tawarannya AHY jadi Cawapres. Sebuah ironi kalau SBY memaksakan mengkatrol putranya utk posisi cawapres. Waktunya kurang pas.

AHY butuh waktu membuktikan diri dan yg lain jg butuh waktu menerimanya.

Kenapa SBY lebih condong membangun dinasti keluarga di PD?

Bukankah sesuai namanya, PD harus menjadi partai yg demokratis, bukan sekedar partai-nya SBY?

Akibatnya kader hebat spt TGB hengkang, boleh jadi krn mrs tak diakomodir dlm politik dinasti.

Sayang banget.

Ini karena SBY berpacu dg waktu.

Pengaruhnya hanya sampai 2019 ini, setelah itu memudar.

Makanya mati-matian AHY dikatrol maju 2019, bukan demi bangsa, tapi demi kelangsungan partai.

Nasib partai yg jadi taruhan, bukan nasib bangsa.

Ini ironis karena sebenarnya di awal berdirinya, PD itu sangat menjanjikan dan byk memberi peran kader muda.

 

Tapi satu demi satu rontok karena kasus korupsi.

Seolah PD sekarang gak punya kader muda yg bisa menggantikan SBY.

Nasib PD menjadi tergantung dg peranan dinasti SBY.

AHY sendiri adalah anak muda yg hebat dan sangat berpotensi menjadi pemimpin nasional pada masanya kelak.

Ibarat kepompong, usaha SBY mempercepat proses pematangan diri AHY ini justru membahayakan nasib dan karir AHY.

Dia tdk akan tumbuh dg kuat sebagai kupu-kupu.

Kasihan.

Maka koalisi PD dg siapapun (Jokowi atau Prabowo) bisa terjadi kalau tawaran posisi utk AHY diturunkan.

Misalnya menjadi ketua tim sukses, setelah itu menjadi Menteri.

Baru 2024 jadi cawapres atau capres bersaing dg Ganjar, Ridwan Kamil, dan tokoh harapan bangsa lainnya.

Semoga Pak SBY sehat selalu.

AHY dan Partai Demokrat jaya selalu.

Bagaimanapun SBY jasanya besar utk bangsa, dan PD serta AHY adalah bagian dari aset bangsa ini utk terus mengawal demokrasi Pancasila.

Salam hormat utk semuanya,” tulis Nadirsyah Hosen.(red)

 

 

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar