Kasus Haris Azhar; Mana Suara Istana ?

Haris-Azhar-364x205.jpg2

JAKARTA,(tubasmedia.com) – Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras), Haris Azhar, menilai sudah saatnya Istana Kepresidenan bersuara menyikapi pelaporan dirinya oleh TNI, Polri dan BNN.

Sebab, menurut Haris, pemaparan cerita terpidana mati Freddy Budiman tentang keterlibatan oknum TNI, Polri, dan BNN dalam jejaring bisnis narkotika bertujuan untuk membersihkan ketiga institusi tersebut dari oknum yang terlibat.

“Kenyataanya saya malah dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik dan situasi menjadi gaduh,” ujar Haris saat diwawancarai di Kantor Kontras, Kwitang, Jakarta Pusat, Rabu.

“Semestinya Istana bersuara untuk menengahi situasi ini agar tidak menjadi semakin gaduh,” kata dia.

Selain itu, Haris menilai suara Istana Kepresidenan dibutuhkan untuk menunjukkan keberpihakan Negara yang sesungguhnya dalam situasi seperti ini.

Dia mengatakan, sudah sepatutnya Istana membela hak warga negaranya yang memberi petunjuk kepada aparat penegak hukum untuk membongkar kejahatan. Terutama kejahatan yang melibatkan oknum aparat penegak hukum.

“Saya kecewa hingga saat ini Istana belum bersuara menyikapi pelaporan yang dilakukan ketiga institusi milik negara. Tentu saya berharap Istana segera bersuara menyikapi polemik ini dan menunjukan keberpihakannya kepada masyarakat,” ujar Haris.(red)

Berita Terkait

Komentar

Komentar