Keberadaan Jembatan Bailey, Dipertanyakan

KRUI, (tubasmedia.com) –  Pembuatan jembatan Bailey di Pekon Mandiri Sejati, Kecamatan Krui Selatan, Pesisir Barat kurang tepat. Selain kemampuan beban jembatan terbatas, juga mengakibatkan kerugian bagi warga.

Eka Surya Gunadi Rabi, salah seorang kontaktor di Kabupaten  Pesisir Barat mengatakan hal itu kepada tubasmedia.com di kediamannya, kemarin.

Sebelumnya kepadanya ditanyakan komentar sekitar dibangunnya jembatan Bailey di Pekon Mandiri Sejati yang  penggunaannya dibatai seperti mobil yang membawa beban di atas 10 ton tidak bisa melaluinya.

Kalkau dibatasi seperti tu katanya, masyarakat setempat akan menderita kerugian, dimana setiap truk yang membawa muatan di atas 10 ton, terpaksa berputar jauh mencari jalan alternative.

‘’Kalau harus memutar jauh, para pemilik angkutan bisa merugi diakibatkan tingginya biaya tranportasi. Yang pada akhirnya biaya yang dikeluarkan dalam umlah besar, akan dibebankan kepada muatan. Mnjadi mahal kan ?,’’ ia bertanya.

Pemerintah khususnya Kementerian Pekerjaan Umum, katanya semestinya mempelajari  terlebih dahulu  struktur jalan. Tahan atau gampang amblas akibat diterjang banjir itu.

”Saya bertanya seberapa kuat jembatan Bailey menahan terjangan banjir dan batu besar diameter 1-2 meter. Kalau untuk 3-4 bulan tidak masalah. Tetapi kalau mau bertahun-tahun tentunya perlu pengkajian,’’ katanya.

Tapi kalaupun ingin dibuat jembatan, lanjutnya, lokasinya bukan disitu, akan lebih bermanfaat jika jembatan dibuat di sekitar pemukiman  warga Mandiri Sejati.(agustiawan)

Berita Terkait

Komentar

Komentar