Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka Diserahkan Kepada Komite Sekolah dan Orang Tua

Martahan Panjaitan

DOLOKSANGUL, (tubasmedia.com) – Bertempat di Parlilitan, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SMP pada Lingkungan Pendidikan Pemerintah Kabupaten  Humbang Hasundutan (Humbahas), Jumat 6/11 mengadakan pembahasan tentang  pembelajaran tatap muka dalam kegiatan  proses belajar mengajar.

Pembahasan itu merupakan dampak dari pembatasan interaksi karena  Pandemi Covid 19 yang berimbas pada dunia pendidikan di Indonesia, hingga pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 9 Maret mengeluarkan Surat Edaran nomor 3 tahun 2020 dengan meliburkan sekolah dimana  proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilakukan dengan daring dan luring.

Demikian disampaikan Ketua K3S SMP se Humbahas, Martahan Panjaitan melalui pesan WA-nya kepada tubasmedia.com kemarin.

Keputusan untuk melaksanakan  kegiatan belajar mengajar tatap muka pada SMP di Kabupaten Humbahas terlebih dahulu mengundang komite sekolah dan orang tua murid untuk membicarakannya apakah setuju untuk melaksanakan belajar tatap muka (BTM) dengan  tetap mempedomani dan mematuhi Surat Keputusan 4 Menteri.

“Apabila semua stakeholder menyetujui, maka akan diadakan BTM  dan bagi yang  tidak setuju tetap dilaksanakan pembelajaran daring dan luring,” kata Kepala SMP Negeri 1 Baktiraja ini menjelaskan.

Menurutnya, proses pembelajaran harus tetap berjalan meskipun dilaksanakan secara daring dan luring demi mencerdaskan anak bangsa.

Alpon Tambunan dan Hinsa Sianturi

Hal tersebut tentunya membutuhkan perhatian lebih dari orang tua untuk terlibat dalam memantau setiap anak ketika belajar di rumah.

Tentunya perubahan kegiatan belajar mengajar di tengah pandemik Covid-19 ini menimbulkan dampak positif dan negatif terhadap pendidikan di Indonesia.

Sebab dengan situasi pandemi semakin bertambah  situs belajar online yang dapat diakses  setiap pelajar seperti ruang guru, di rumah dan tempat lain.

Selain itu ada beberapa situs yang bekerja sama dengan Kemendikbud dan yang tidak kalah penting,  para siswa dan guru semakin mengenal webminar dengan  zoom dan youtube. Tentunya, anak didik tetap dipantau oleh kedua orang tua secara langsung.

Namun demikian  sebut Martahan, di tengah pandemi Covid-19 ini tidak semua pelajar memiliki smartphone untuk melakukan belajar daring dan juga layanan jaringan internet yang belum terjangkau.

Di tempat terpisah Ketua K3S SD Kecamatan Paranginan, Alpon Tambunan yang juga Kepala SD 173327 Bahalimbalo didampingi Hinsa Rohani Sianturi Kepala SD 173316 Paranginan mengatakan, sebaiknya pembelajaran tatap muka segera dilakukan mengingat banyaknya siswa yang kurang memahami daring dan luring dan juga karena keterbatasan fasilitas dan jaringan internet.

“Kasihan anak-anak kami. Kami merindukan mereka seperti sediakala belajar bersama,” kata Alpon Kepala Sekolah terbesar di Paranginan ini.

Senada, Hinsa Sianturi mengaku sangat merindukan anak didiknya belajar bersama. Kata dia, kerinduan terhadap anak didik bukan hanya dirasakan Kepala Sekolah, tapi juga para guru.(edison ompusunggu)

Berita Terkait

Komentar

Komentar