Kejahatan Suap Perizinan Tambang Anak-Beranak Diperiksa KPK

Priharsa-Nugraha

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Direktur Utama PT Indoasia Cemerlang (IC) Bella Kartika Novita kembali diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi untuk tersangka Andrew Hidayat, Direktur PT Mitra Maju Sukses (MMS).

“Iya, dia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Andrew,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan,  Senin (18/5/15).

Sebelumya, Bella telah dua kali diperiksa penyidik KPK bersamaan dengan pemeriksaan atas salah satu petinggi di PT.IC dan karyawan PT. MMS. Disinyalir, Bella mengetahui dugaan suap Andrew terhadap politisi PDIP asal Kalimantan Selatan terkait pengurusan izin tambang.

Pemeriksaan mereka berdua ada kaitannya dengan perusahaan yang mereka pimpin memiliki hubungan kerja dengan perusahaan Andrew. PT MMS merupakan subkontraktor yang menjalankan salah satu usaha pertambangan PT. IC. di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Dalam perkara ini, Adriansyah diduga melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 5 Ayat (2) juncto Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 11 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana.

Sementara itu, Andrew Hidayat diduga melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU. No. 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

KPK telah juga memeriksa Bupati Tanah Laut, Bambang Alamsyah dalam perkara pengurusan izin tambang tersebut. Bambang merupakan anak kandung Adriansyah yang menggantikan dirinya sebagai Bupati. Anak beranak ini diperiksa KPK karena diduga Bambang mengetahui praktik suap yang menjerat sang ayah menjadi tersangka.

Saat ini KPK telah menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan suap pemberian izin pertambangan PT MMS di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Kedua tersangka tersebut yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK yakni politisi PDIP Adriansyah dan Andrew Hidayat selaku petinggi PT. MMS. (marto tobing)

Berita Terkait

Komentar

Komentar