Kejari Probolinggo Lamban Tangani Kasus Korupsi

Untitled

PROBOLINGGO, (Tubas) – Sejumlah kasus dugaan korupsi seperti proyek islamic centre dan dana penghasilan tambahan berupa parcel masih bergulir di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Probolinggo, Jawa Timur. Namun hingga kini kasus dugaan korupsi itu terkesan lamban karena surat panggilan atau penahanan tersangka belum dibuktikan secara jelas.

Saat ini penyidik telah menetapkan sejumlah pejabat Pemkot ataupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sebagai tersangka dugaan korupsi dana penghasilan tambahan/parsel yaitu IS, ES, UC, AP. Kasus pekerjaan Gedung Islamic Center yakni HS, HMS, HM, HN, R dan tidak menutup kemungkinan mantan wali kota Probolinggo.Kerugian negara yang ditimbulkan hampir sebesar Rp 2,6 miliar.

Lambannya penanganan kasus ini menimbulkan image negative di masyarakat kepada aktivis penggiat anti korupsi. Banyak kalangan masyarakat yang menilai menerima suap dari tersangka, kata Basori, Ketua LSM GEMPA Kota Probolinggo.

Menurut Basori banyak kasus dugaan korupsi yang terjadi di Kota Probolinggo belum diproses secara hukum, sehingga para penggiat anti korupsi akan menggelar aksi untuk menyatakan sikap mendesak Kejari Probolinggo agar menuntaskan kasus dugaan Korupsi.

Kejari didesak segera mengungkap dan memproses oknum pelaku yang telah merugikan keungan negara. “Kejari harus segera membuktikan komitmennya menangkap tersangka kasus dugaan korupsi di Kota Probolinggo” pintanya. Basori akan membawa sejumlah kasus dugaan korupsi di Kota Probolinggo ke Kejaksaan Tinggi Jatim dan KPK. “Kami LSM’GEMPA” dan LSM “LPPNRI” Kota Probolinggo akan melakukan hearing dengan Komisi III DPR” katanya

Kajari melalui kasi Intel dan kasi pidsus mengatakan sudah melakukan penyimpulan data dan keterangan dan akan menindaklanjuti kasus dugaan korupsi yang terjadi di Kota Probolinggo sesegera mungkin,” ujar Andi Subangun. (haroem)

Berita Terkait

Komentar

Komentar