Kemasan Produk UMKM di Medan Memprihatinkan, Saatnya Dibenahi

JAKARTA, (tubasmedia.com) –  Setidaknya 20 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) di Kota Medan, mendapat bantuan mendesign kemasan dengan tujuan agar penampilan produk UMKM dapat lebih menarik perhatian konsumen sekaligus menaikkan kelas UMKM. Dan seller serta co working space bagi UMKM.

‘’Setidaknya produk mereka terlihat lebih menarik sehingga akan meningkatkan penjualan,’’ kata Ketua Kadin Medan, Arman Chandra kepada tubasmedia.com melalui sambungan telepon genggam Kamis petang sambil menambahkan kalau Kadin Medan memfasilitasi market place dan tempat bertemunya buyer dan seller serta co working space bagi UMKM.

Menjawab pertanyaan dikatakan bahwa kondisi kemasan produk-produk UMKM saat ini, sangatlah tidak bisa diharapkan memasuki pasar internasional seperti diharapkan Menko Marves, Luhut Panjaitan.

Ketua Kadin Medan, Arman Chandra

 

‘’Jangankan masuk pasar internasional, bersaing di pasar lokal saja sulit mendapat pasaran, sebab desain kemasannya asal-asalan, sangat memprihatinkan. Inilah yang ingin kami benahi hingga produk itu bisa menembus pasar internasional,’’ jelasnya.

Selain membenahi kemasan, Kadin Medan juga membantu pengurusan ijin usaha, BPOM dan sertifikat halal. Juga para pelaku UMKM itu juga memberi pelatihan pemasaran melalui digitalisasi.

Di bagian lain keterangannya, Arman mengungkapkan, kalau struktur ekonomi Indonesia saat ini masih didominasi oleh usaha mikro. Tercatat jumlah pelaku usaha mikro di Indonesia mendominasi ekonomi saat ini.

Kadin dan Pemerintah kata Amran, terus berupaya keras untuk mengurangi jumlah pelaku usaha mikro dari informal menjadi formal. Oleh karenanya, Kadin akan mendorong program-program pelatihan yang sifatnya konvensional harus ditinggalkan. ‘’Digantikan dengan digitalisasi supaya lebih efesien,’’ katanya. (sabar)

 

Berita Terkait