Kemenperin Butuh Quick Solution Soal Harga Gas

22908.jpg2

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Terkait kepastian penurunan harga gas untuk industri yang masih dirapatkan pemerintah, Menko Perekonomian Darmin Nasution bicara begini.

“Kita benahi sektor hulunya terlebih dulu, termasuk cost recovery. Kita perlu tahu apa yang kita punya dan rencanakan. Apa yang bisa kita lakukan di jangka pendek dan menengah. Itu yang relevan untuk saat ini,” ujar Menko Darmin di Kantornya, Jakarta, Selasa (04/10/2016).

Menko Darmin bilang, harga gas ditentukan oleh biaya pembelian gas di hulu yaitu Capital Expenditure atau Capex dan Operational Expenditure atau Opex.

“Dalam jangka pendek, kita analisa struktur harga di hulu. Setelah urusan hulu, baru kita bicara soal margin trader, toll fee dan sebagainya, “katanya.

Darmin menyebut, parameter yang krusial dan dijadikan pertimbangan di sektor hilir, meliputi biaya transportasi gas (toll fee) dan margin bagi perusahaan niaga gas (margin trader).

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, Kementerian Perindustrian membutuhkan quick solution untuk membangkitkan kembali industri di 2017-2019. Dengan harga gas di atas US$6 per mmbtu, petrokimia tidak bisa dibangun.

“Realitas-realitas ini yang harus kita hadapi di tengah-tengah kewajiban membangun kembali industri. Tidak ada jalan lain selain mengurangi harga gas,” katanya.(red)

Berita Terkait

Komentar

Komentar