Kemenperin Dorong Pengembangan Teknologi Industri Bidang Garam

foto2

JAKARTA, (tubasmedisa.com) – Ditinjau dari kemanfaatan, garam merupakan komoditi yang sangat strategis sebagai produk konsumsi beryodium, pakan ternak, bahkan sebagai bahan baku dan bahan penolong aneka industri serta industri CAP (Chlore Alkali Plant) yang digunakan pada industri pulp dan kertas, kaca, farmasi serta industri turunannya.

Namun demikian, permasalahan nasional yang saat ini dihadapi adalah produksi garam nasional belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri terutama untuk sektor industri. Hal ini disebabkan karena mayoritas produksi garam dalam negeri yang diusahakan oleh rakyat mempunyai keterbatasan aksesibilitas terutama bidang teknologi, infrastruktur dan sarana produksi.

“Sehingga kualitas garam rakyat harus diproses lebih lanjut sebelum digunakan oleh konsumen rumah tangga maupun industri. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri,” kata Sekjen Kementerian Perindustrian Syarif Hidayat pada acara seminar dengan tema “Strategi Pencapaian Swasembada Garam Melalui Penerapan Inovasi Teknologi Media Isolator” di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (17/11).

Syarif menyampaikan, pemerintah terus mendorong pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri di dalam negeri. Hal ini sesuai amanat Undang-Undang No 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, nilai tambah, daya saing dan kemandirian industri nasional.

“Pengembangan, peningkatan penguasaan, dan pengoptimalan pemanfaatan teknologi industri tersebut dilaksanakan dengan berkoordinasi antara menteri terkait dan mempertimbangkan masukan dari pemangku kepentingan,” ujarnya.

Selain itu, katanya, UU perindustrian juga menyebutkan bahwa pemerintah melakukan penjaminan resiko atas pemanfaatan teknologi industri yang dikembangkan di dalam negeri. Ketentuan mengenai penjaminan resiko atas pemanfaatan teknologi industri diatur dalam Peraturan Pemerintah.

Mengenai inovasi teknologi di bidang garam, Kementerian Perindustrian telah memiliki dua hak paten yang memperoleh sertifikat yaitu dengan nomor: ID P0033348 ”Proses Pembuatan garam NaCl Dengan Media Isolator Pada Meja Kristalisasi” dan ID P000036148 “Proses Produksi Garam Beryodium di Lahan Pegaraman Pada Meja Kristalisasi Dengan Media Isolator”.

“Inovasi tersebut telah diimplementasikan pada petani garam melalui alih teknologi sebanyak 570 pegaram di Jawa tengah dan telah terbukti dapat meningkatkan kinerja pegaram dengan indikator peningkatan produktivitas, kualitas, harga serta untuk pengembangan garam beryodium di seluruh nusantara,” papar Syarif.(sabar)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar