Kemenperin Fokus Tangani Masalah Limbah B3

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita melantik lima pejabat di lingkungan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), di antaranya satu pejabat tinggi madya (eselon I) dan empat pejabat tinggi pratama (eselon II). Pelantikan tersebut merupakan proses rotasi yang rutin pada organisasi, guna terus mendongkrak kinerja sektor manufaktur serta mempercepat pelaksanaan tugas-tugas prioritas Kemenperin.

“Dalam prosesnya telah mempertimbangkan aspek kualifikasi, kompetensi dan kinerja, sehingga pejabat yang terpilih diyakini memiliki kemampuan dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas jabatannya,” kata Menperin usai pelantikan di Jakarta, Jumat (2/10).

Pejabat tinggi Madya yang dilantik yakni Putu Juli Ardika sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Pendalaman, Penguatan dan Penyebaran Industri. Putu Juli Ardika sebelumnya menjabat Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan.

Kemudian, pejabat tinggi pratama yang dilantik adalah Muhammad Taufik sebagai Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi, Azhar Fitri sebagai Direktur Akses Sumber Daya Industri dan Promosi Internasional, Sopar Holomoan Sirait sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Agro, serta Junadi Marki sebagai Kepala Pusat Industri Hjau.

Menperin berharap kepada pejabat yang dilantik agar dapat segera ‘tancap gas’ menyesuaikan dengan jabatan barunya. “Tentunya mereka harus berperan aktif untuk segera melakukan langkah-langkah percepatan serta melaksanakan target kinerja dalam program priotas nasional tahun 2021, guna terus meningkatkan daya saing industri,” imbuhnya.

Dalam rangka meningkatkan akses sumber daya industri dan promosi internasional sesuai dengan program prioritas nasional tahun 2021, Kemenperin merencanakan pendampingan investasi perusahaan multinasional calon investor, juga peningkatan kemitraan dalam Global Value Chain.

Di sektor industri kimia hilir dan farmasi, Kemenperin berupaya mendorong penerapan industri 4.0 untuk 35 perusahaan. Kemenperin juga telah menambahkan industri farmasi dan industri alat kesehatan sebagai sektor prioritas penerapan Industri 4.0.

Pasalnya, sektor ini mengalami pertumbuhan dan permintaan yang signifikan di saat masa pandemi. “Kami dapat pelajaran dari dampak pandemi ini, bahwa kita harus menjadi negara yang mandiri di sektor alat kesehatan dan farmasi,” ujarnya.

Untuk penelitian dan pengembangan industri agro, salah satu yang menjadi program prioritas nasional 2021 adalah pemanfaatan inovasi teknologi industri agro melalui Dana Kemitraan Peningkatan Teknologi Industri (DAPATI) dan inkubasi untuk 80 perusahaan atau wirausaha industri.

“Kemudian terkait dengan industri hijau, Kemenperin juga sedang fokus dalam penanganan masalah limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) sektor industri pengembangan standar dan kelembagaan industri hijau untuk industri menengah besar yang tersertifikasi Standar Industri Hijau (SIH),” sebutnya.

Menperin juga meminta kepada seluruh jajaran pimpinan dan staf di lingkungan Kemenperin untuk berkomitmen dan terus semangat dalam upaya membangun peningkatan kinerja serta daya saing industri nasional yang telah digariskan dalam program prioritas nasional tersebut. “Semoga dapat dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab dan dedikasi yang tinggi,” tuturnya. (sabar)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar