Kemenperin, Komit Mengembangkan Industri Kedirgantaraan Nasional

IMG_5234

BANDA ACEH , (tubasmedia.com) – Pengembangan Industri Kedirgantaraan pada suatu negara diyakini akan membawa aspek ke-ekonomian yang besar bagi Industri Nasional negara tersebut. Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan, Kementerian Perindustrian, Hasbi Assiddiq Syamsuddin mengatakan hal itu pada acara sosialisasi pesawat produk dalam negeri di kantor Pemda Propinsi Aceh kemarin.

Acara yang dihadiri para pejabat di lingkungan Pemerintah Aceh dan Project Manager N219, PT Dirgantara Indonesia (DI) (persero), Budi Sampurno, Direktur Bisnis dan Administrasi, PT Regio Aviasi Industri, Agung Banu Ismadi dan Danlanud Sultan Iskandar Muda, Kol AU Paminto BP dibuka Kepala Biro Perekonomian Pemda Aceh, Much Rauidhi.

Pembangunan industri tersebut lanjut Hasbih, sejalan dengan kebijakan industri nasional yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2008, pengembangan industri kedirgantaraan dilakukan dengan mengintegrasikan secara sinergi semua potensi pengembangan industri yaitu industri inti (core industry), industri bahan baku/komponen pesawat terbang, industri mesin/peralatan, asosiasi industri, lembaga litbang, instansi pendidikan, serta balai-balai industri.

Ditambahkan oleh Hasbih, pemerintah bersama PT DI saat ini tengah mengembangkan pesawat berkapasitas 19 penumpang, yang dikenal sebagai pesawat N-219. Program pengembangan pesawat N-219, diarahkan untuk memenuhi kebutuhan nasional akan moda transportasi udara yang dapat menghubungkan wilayah-wilayah terpencil dan perbatasan, serta wilayah-wilayah di sekitar pusat pertumbuhan/kota.

‘’Keterhubungan dan keterkaitan antar wilayah menjadi fokus konektivitas Nasional, dalam mengatasi ketimpangan ekonomi antar daerah dalam mendukung keterhubungan antar wilayah di Indonesia,’’ katanya.

Pada saat awal pemasaran, pesawat N219 ditargetkan akan memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40%, dan akan terus ditingkatkan mencapai 60% di tahun 2019. Target local content pada pesawat N-219 tersebut, diharapkan dapat menstimulasi pengembangan Industri Komponen/Pendukung Kedirgantaraan.

Sejalan dengan itu, dengan semakin berkembangnya bisnis penerbangan di tanah air, yang diikuti dengan semakin besarnya jumlah armada pesawat yang dimiliki maskapai nasional, membuka peluang bagi industri komponen pesawat terbang untuk memasok peralatan pendukung (tools & equipment) yang dipergunakan dalam perawatan/perbaikan pesawat.

Pengembangan industri pesawat udara, selain dilakukan PT DI juga dilakukan oleh PT Regio Aviasi Industri (RAI). Perusahaan yang dirintis dan didirikan Mantan Presiden Republik Indonesia, BJ Habibie tahun 2012 ini, memiliki komitmen dalam mengembalikan kejayaan dan kemampuan teknologi di bidang pesawat udara.

Sejarah telah membuktikan bahwa, Indonesia telah mampu membuat pesawat N250 yang terbang perdana 10 Agustus 1995 sebagai kado atas ulang tahun emas Indonesia pada hari kemerdekaan ke-50 tahun Republik Indonesia. Prototipe pesawat N250 pernah terbang menuju Le Bourget Perancis untuk mengikuti Paris Air Show. Hal ini membuktikan bahwa SDM bangsa ini memiliki kompetensi dalam pengembangan pesawat udara. Cita-cita inilah yang ingin raih oleh PT. RAI dengan program pengembangan Pesawat R80.

Menjadi Perhatian

Menurut Hasbih, pengembangan industri kedirgantaraan beserta industri komponen pesawat terbang, telah menjadi perhatian kita bersama. Hal tersebut sejalan dengan tugas Kementerian Perindustrian dalam program pembangunan pesawat produksi dalam negeri, yaitu mengembangkan industri pendukung dan menciptakan klaster industri dalam mendukung industri pesawat dalam negeri.

‘’Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Industri Maritim, Alat Transportasi Udara dan Alat Pertahanan telah menyusun program pengembangan industri pendukung/komponen pesawat terbang melalui fasilitasi Bimbingan Teknis bagi industri komponen pesawat terbang yang difokuskan pada produk komponen pesawat terbang,’’ katanya.

Sebagaimana diketahui, sejak 2013 Kementerian Perindustrian telah melaksanakan Bimbingan Teknis produk rubber seal, interior, tools and jig, ban vulkanisir, standar mutu pesawat dan metal. Bimbingan teknis ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi industri komponen dalam membuat komponen pesawat udara, meningkatkan daya saing industri komponen pesawat terbang serta secara khusus meningkatkan kandungan lokal produk pesawat terbang khususnya pesawat N219 guna mencapai target TKDN 40%.

Kementerian Perindustrian juga memfasilitasi workshop pembuatan komponen pesawat diantaranya komponen main dan nose landing gear serta windshield pada pesawat N219.

Sosialisasi pesawat udara produksi dalam negeri di Aceh diharapkan dapat mendukung program Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) sebagaimana instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2009 tentang Penggunaan Produk Dalam Negeri Dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah serta upaya pengembangan industri kedirgantaraan Nasional.

Saat ditanya wartawan apakah di Aceh tidak dimungkinkan dibangun industri kedirgantaraan mengingat lokasinya yang sangat strategis menggapai negara tetangga, Kepala Biro Perekonomian Pemda Aceh, Much Raudhi mengatakan sangat dimungkinkan.

Hasbih mengharapkan dengan diselenggarakannya acara sosialisasi, dapat memberikan sumbangsih bagi pengembangan Industri Kedirgantaraan Nasional, khususnya bagi pembangunan pesawat N219 dan pesawat R80.

‘’Kementerian Perindustrian akan senantiasa berkomitmen dalam pengembangan industri kedirgantaraan nasional demi meraih cita-cita bersama mewujudkan kemandirian industri kedirgantaraan nasional,’’ katanya. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar