Kemenperin Komit Meningkatkan Penyediaan SDM Terampil Mendukung Peningkatan Daya Saing Industri Perkapalan Nasional

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Industri perkapalan di Indonesia semakin berdaya saing dengan ditopang faktor sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan mumpuni dalam memproduksi kapal laut. Saat ini, galangan-galangan nasional sudah bisa membangun beragam jenis kapal seperti kapal niaga yang meliputi kapal penumpang, kapal kontainer, kapal ferry Ro-Ro dan kapal perintis, kapal perang, hingga penunjang industri offshore seperi accommodation work barge, monopod platform, offshore supply vessel dan lain-lain.

“Kementerian Perindustrian berkomitmen untuk terus meningkatkan penyediaan SDM terampil dan kompeten guna mendukung peningkatan produktivitas dan daya saing industri perkapalan nasional,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Arus Gunawan di Jakarta, Rabu (5/10).

Potensi Indonesia kini didukung lebih dari 250 perusahaan galangan kapal yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 1 juta tonase bobot mati (dead weight tonnage/DWT) per tahun untuk bangunan baru, dan hingga 12 juta DWT per tahun untuk reparasi kapal.

Selain itu, juga terdapat 127 perusahaan industri bahan baku dan komponen yang memproduksi produk dengan standar marine.

“Bahkan, galangan kapal Indonesia memiliki pengalaman dalam membangun berbagai jenis kapal, mulai dari kapal penumpang, kapal kargo, hingga kapal tujuan khusus dengan fasilitas graving dock terbesar yaitu 150.000 DWT,” sebut Arus.

Guna mendukung peningkatan produktivitas dan daya saing industri perkapalan nasional, BPSDMI Kemenperin telah menggelar pelatihan kompetensi SDM industri perkapalan dengan tajuk The Indonesian Shipbuilding Industry Modernization Project.

Pelatihan ini diselenggarakan atas kerja sama BPSDMI Kemenperin, Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Japan International Cooperation Agency (JICA), Institusi Perkapalan dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO), serta PT. Kampuh Welding Indonesia.

“Pelatihan yang diikuti 40 peserta tersebut menerapkan sistem 3 in 1, yang terdiri dari pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan penempatan kerja,” ungkap Arus.

Pelatihan yang dilaksanakan di Gedung PIDI 4.0 ini berlangsung selama 20 hari, dengan terbagi dalam dua fase, yakni fase pertama tanggal 3-4 Oktober 2022, dan fase kedua (21 November-2 Desember 2022). (sabar)

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.