Kemenperin Pacu Pengembangan dan Standardisasi Industri di Riau

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Kementerian Perindustrian berupaya untuk mendorong pengembangan dan peningkatan daya saing industri di Provinsi Riau. Langkah strategis yang dilakukan antara lain dengan memperkuat kelembagaan Balai Pengembangan Produk dan Standardisasi Industri (BPPSI) Pekanbaru dalam mendukung penerapan standar industri.

“Peran BPPSI Pekanbaru sebagai unit pelaksana teknis atau perpanjangan tangan Kemenperin perlu terus ditingkatkan, terutama dalam mendukung penerapan standar bagi pelaku industri yang ada di Provinsi Riau,” kata Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Doddy Rahadi di Jakarta, Senin (21/6).

Kepala BSKJI menyampaikan, perkembangan industri di Provinsi Riau merupakan potensi besar sebagai penopang pertumbuhan ekonomi wilayah dan nasional. Hal ini didukung oleh jumlah industri yang tinggi dengan beraneka ragam komoditas. Selain itu, terdapat potensi sumber daya alam di Provinsi Riau yang cukup berlimpah dan bervariasi, sehingga merupakan suatu kondisi dan peluang yang perlu ditingkatkan lebih lanjut.

“Saat ini, terdapat sebanyak 10.955 industri yang ada di Provinsi Riau, dengan 96,7% merupakan industri kecil dengan beragam komoditas, mulai dari pengolahan kelapa sawit, produk kayu, air minum dalam kemasan, tepung, aneka produk makanan, dan produk lainnya,” sebutnya.

Menurut Doddy, proses standardisasi melalui akreditasi Lembaga Penilaian Kesesuaian seperti Laboratorium Uji/Kalibrasi dan Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro), dapat menciptakan jaminan mutu dari produk/jasa yang dihasilkan, sekaligus akan meningkatan daya saing industri.

Oleh karenanya, BSKJI Kemenperin telah menyiapkan 21 laboratorium uji, 22 LSPro, dan 18 laboratorium kalibrasi yang berada di satker Balai Besar dan Baristand Industri, yang lokasinya tersebar di beberapa wilayah Indonesia. Salah satunya BPPSI Pekanbaru, yang telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional. (sabar)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar