Kementan Hentikan Pengembangan Bawang Putih di Food Estate Humbahas, Kenapa ?

MEDAN, (tubasmedia.com) – Program pengembangan bawang putih di kawasan Food Estate Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatra Utara, dihentikan Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

“Kementerian Pertanian saat ini sedang stagnasi, tidak menggiatkan itu (bawang putih) lagi,” ujar Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sumut, Bahruddin Siregar.

Berbicara dalam paparan kepada wartawan di kantornya, Jalan AH Nasution Medan, Jumat (01/04/2022), Bahruddin mengatakan tidak bisa menjawab mengapa Kementan menghentikan pertanaman itu.

Padahal hingga saat ini, produksi bawang putih di Sumut defisit. Begitu juga ketika ditanya bahwa secara umum program pengembangan pangan di Food Estate Humbahas gagal, Bahruddin Siregar mengaku tidak bisa menjawab. “Itu tadi, kami tak bisa jawab,” katanya.

Bahruddin didampingi Sekretaris Dinas TPH, Lusyantini dan Kasi Program, Fachri, mengatakan produksi bawang putih Sumut tahun 2021 sangat sedikit, yakni hanya sebesar 805 ton.

Menurut Bahruddin, defisitnya produksi bawang putih di Sumut dikarenakan karena faktor cuaca yang tidak mendukung untuk pengembangan bawang putih.

“Kita cuma 805 ton, produksi kita cuma itu, jauh,” ujarnya, seraya menyebutkan sentra produksi bawang putih lebih banyak di Karo, Simalungun dan di Humbahas.

Adapun jumlah produksi yang hanya 805 ton itu, sangat jauh di bawah kebutuhan, yakni sebanyak 29.401 ton. Artinya pada tahun 2021 tersebut, terjadi defisit sebesar 28.596.

Untuk periode Januari-Maret tahun 2022, lanjut Bahruddin, produksi bawang putih diproyeksikan hanya mencapai 22 ton, sementara kebutuhan 7.230 ton atau defisit 7.208 ton.

Kemudian pada Januari-Juli 2022, produksi diperkirakan 147 ton, sementara kebutuhan 16.959 atau defisit mencapai 16.812. Persisnya di sepanjang 2022, diperkirakan produksi mencapai 159 ton, kebutuhan 20.023 ton dan 19.864 ton. (roris)

 

Berita Terkait