Kementerian BUMN Mengatakan, Impor Gula Mentah untuk Membantu Petani

raw-sugar-681x345

JAKARTA, (tubasmedia.com) -Kementerian BUMN memberi penugasan kepada PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X) melakukan impor gula mentah (raw sugar) sebanyak 381.000 ton. Gula tersebut nantinya akan dipakai untuk meningkatkan rendemen di pabrik-pabrik gula milik 5 BUMN perkebunan.

Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN, Wahyu Kuncoro, mengatakan impor gula dilakukan untuk membantu petani. Lewat rendemen yang ditingkatkan dari gula mentah impor, secara tidak langsung membuat pendapatan petani dari tebu yang digiling meningkat.

Menurutnya, gula mentah diperlukan untuk peningkatan rendemen sebesar 8,5%. Selama ini, tingkat rendemen pabrik-pabrik gula yang sebagian besar peninggalan Belanda tersebut di kisaran 6-7%.

“Maka diperlukan insentif kepada petani tebu supaya tertarik untuk menanam tebu, untuk itu akan dibuat skema bisnis berupa jaminan rendemen tebu petani minimal setara dengan (rendemen) 8,5%,” kata Wahyu di Jakarta, Senin.

Untuk peningkatan rendemen sebesar 8,5%, menurutnya, pabrik gula BUMN perlu diberikan kompensasi berupa gula mentah impor. Impor gula mentah tersebut dianggap sebagai ‘subsidi silang’ untuk petani dan BUMN pemilik pabrik gula.

“Selain menjamin rendemen di tingkat petani, BUMN gula juga harus menjamin harga di tingkat konsumen tidak lebih tinggi dari Rp 11.000/kg,” kata Wahyu.

“Dua tugas yang akan diberikan kepada BUMN gula tersebut, tentunya harus diimbangi dengan pemberian kompensasi atas ekstra biaya yang akan dikeluarkan PTPN gula, khususnya dalam menjamin rendemen setara dengan 8,5%,” katanya.(red)

Berita Terkait

Komentar

Komentar